Tim PKM Universitas Negeri Medan Dampingi UMKM Tahu Yuli Tingkatkan Manajemen Usaha dan Inovasi Kemasan

Tim PKM Universitas Negeri Medan Dampingi UMKM Tahu Yuli Tingkatkan Manajemen Usaha dan Inovasi Kemasan
Tim PKM Universitas Negeri Medan Dampingi UMKM Tahu Yuli Tingkatkan Manajemen Usaha dan Inovasi Kemasan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Binjai — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pendampingan kepada UMKM Tahu Yuli di Kecamatan Binjai Barat, Kamis (2/7). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan manajemen ekonomi usaha, perhitungan biaya produksi, inovasi kemasan, pengembangan identitas produk, serta strategi pemasaran untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk tahu.

Program bertajuk “Pendampingan UMKM Produksi ‘Tahu Yuli’ melalui Strategi Ekonomi dan Inovasi Kemasan untuk Meningkatkan Nilai Jual dan Daya Simpan di Kecamatan Binjai Barat” tersebut diketuai Revita Yuni, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Dr. Haryadi, S.Kom., M.Kom. dan Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum., Ph.D.

Kegiatan diikuti Yuliana selaku pemilik UMKM Tahu Yuli bersama seluruh pekerja yang terlibat dalam proses produksi dan pengemasan. Keterlibatan pemilik dan pekerja menjadi bagian penting dalam memastikan materi dan inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Unimed.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan dalam mendampingi pelaku UMKM, mengidentifikasi permasalahan usaha, serta menerapkan pengetahuan ekonomi dan kewirausahaan secara nyata di masyarakat.

Kegiatan tersebut turut didampingi Savitri Rahmadany, S.Pd., M.Li. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed. Pendampingan dari LPPM dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan program dan memberikan manfaat yang terukur bagi mitra.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan biaya produksi secara sistematis. Mitra diarahkan untuk mengidentifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja, air, energi, transportasi, dan komponen operasional lainnya. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan menentukan harga jual yang lebih rasional.

Pendampingan ini menjadi penting karena sebelumnya penentuan harga jual produk masih banyak didasarkan pada kebiasaan dan harga pasar. Melalui perhitungan HPP, mitra diharapkan dapat mengetahui biaya produksi setiap satuan produk, memperkirakan margin keuntungan, serta mengevaluasi perubahan biaya apabila terjadi kenaikan harga kedelai, bahan bakar, atau komponen produksi lainnya.

Selain penguatan manajemen usaha, kegiatan juga membahas inovasi kemasan dan label produk. Kemasan tidak hanya dipandang sebagai pembungkus, tetapi juga sebagai sarana menjaga kebersihan dan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Mitra didampingi dalam memahami pemilihan kemasan yang aman, ekonomis, mudah digunakan, dan sesuai dengan karakteristik produk tahu.

Tim juga memberikan penguatan pada aspek branding dan pemasaran. Identitas produk, informasi pada label, tampilan kemasan, dan pesan promosi perlu disusun secara komunikatif agar produk Tahu Yuli lebih mudah dikenal dan dibedakan dari produk sejenis. Penggunaan media digital sederhana turut diperkenalkan untuk mendukung promosi, komunikasi dengan pelanggan, dan perluasan jangkauan pemasaran.

Selama kegiatan, peserta mengikuti diskusi dan praktik secara aktif. Pemilik dan pekerja menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi dalam proses produksi, pengemasan, pengelolaan biaya, serta pemasaran. Pendekatan partisipatif tersebut membantu tim menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan skala usaha mitra.

Melalui kegiatan PKM ini, UMKM Tahu Yuli diharapkan mampu menerapkan pencatatan usaha secara konsisten, menghitung HPP dengan lebih tepat, menggunakan kemasan dan label yang lebih informatif, serta mengembangkan strategi pemasaran secara bertahap. Program ini juga diharapkan mendorong kemandirian mitra dan memperkuat keberlanjutan UMKM pangan lokal di Kecamatan Binjai Barat.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, LPPM Unimed, serta pemilik dan pekerja UMKM menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penerapan sistem usaha yang dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh mitra setelah program berakhir.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi