Tim Pengabdian Masyarakat USU Hadirkan Senyum Ceria bagi Murid SDN 17 Saornauli Hatoguan Samosir (Analisa/Istimewa)
Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) dengan koordinasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU melakukan kegiatan Edukasi dan Kumur Fluor di SDN 17 Saornauli Hatoguan Palipi, Kabupaten Samosir pada Sabtu, 30 Mei 2026. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan didanai melalui Hibah PkM TALENTA USU tahun 2026.
Tema dari kegiatan pengabdian ini adalah Edukasi Perilaku dan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Kumur Fluor dalam Mendukung Peningkatan Kesehatan Murid SDN 17 Saornauli Hatoguan Palipi Kabupaten Samosir, dengan didukung oleh pemerintah setempat.
Kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua tahap, yang sebelumnya telah dilakukan koordinasi kepada Kepala Sekolah. Kunjungan pertama berupa persiapan, seperti survei awal untuk mengetahui situasi yang ada pada SDN 17 Saornauli Hatoguan Palipi, Kabupaten Samosir. Sosialisasi program kegiatan dan penentuan jadwal kegiatan pengabdian juga dilakukan bersama oleh Tim Pengabdian dan Kepala Sekolah Ibu Lasmaria Sitohang, S.Pd, dan Bapak Rudi Sabar Mancon Siahaan, AP, MM selaku Staf Ahli Bupati Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia.
Tim Pengabdian terdiri dari Ketua Tim drg. Maria Novita Helen Sitanggang, M.DSc, dan anggota Tim Prof. Sondang Pintauli, drg.,Ph.D., FISDPH.FISPD dan drg. Sefty Aryani Harahap, M.Si. Selain itu, turut serta mahasiswa FKG USU yang membantu kegiatan pengabdian, yaitu Naomi Sugianti, Sharveen Rao A/L Asoga, Yolanda Lubis, Eril Lukas Purba, Abel Hanna Eliza, Manuel Eliano Manurung, Tohodo Simamora, Clara Tabitha, Anggi Risabella Harianja, Intan Siahaan, dan Celine Grace Simanjuntak.
Kedatangan Tim Pengabdian pada tahap 2 (30 Mei 2026) disambut dengan meriah oleh murid, guru, Orangtua, dan Kepala Sekolah. Pada tahap 2 dilakukan kegiatan promosi kesehatan gigi dan mulut, berupa edukasi dalam bentuk penyuluhan yang dibantu dengan menggunakan media/ slide, flipchart, video, dengan menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan individu dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut serta gerakan cuci tangan yang baik dan benar.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat mengatakan bahwa perlunya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cuci tangan dalam upaya meningkatkan kesehatan kesehatan individu dan mencegah terjadinya penyakit seperti diare, batuk, dan pilek.
Setelah edukasi, murid diberi waktu istirahat sambil menikmati cemilan yang dibagi bersamaan dengan pembagian sikat gigi dan odol. Kemudian dilakukan kegiatan praktik langsung berupa cuci tangan pada wastafel yang telah disediakan oleh Tim Pengabdian sebelum melakukan kunjungan tahap 2, dan sikat gigi bersama serta kumur fluor. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test kepada murid untuk melihat adanya perubahan pengetahuan dan pemahaman murid, guru, dan orangtua akan pentingnya kesehatan individu, berupa kesehatan gigi dan mulut serta gerakan cuci tangan. Kuis juga dilakukan untuk memotivasi murid dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada murid yang dapat menjawab dengan benar.
Pada akhir kegiatan, murid mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada masyarakat dan Universitas Sumatera Utara karena telah peduli kepada murid-murid di Kabupaten Samosir, yang sangat jauh dari Kota Medan, dan berharap agar sekolah yang ada di Kabupaten Samosir juga mendapat perhatian dari USU.
"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada USU dimana sekolah kami menjadi pilihan untuk dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ilmu yang dibagi dan praktik langsung kepada murid-murid kami kiranya dapat menjadi pembelajaran buat kami, masyarakat di daerah. Demikian juga untuk sekolah lain di Samosir ini, kiranya mendapat perhatian juga dari USU dan pemerintah,” ungkap Kepala Sekolah SDN 17 Saornauli Hatoguan Palipi, Kabupaten Samosir.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi sarana untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga menjadi upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Melalui edukasi, praktik langsung, hingga evaluasi pengetahuan, para murid diharapkan dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat USU berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian dalam edukasi kesehatan. Dukungan dari sekolah, orangtua, pemerintah setempat, serta masyarakat menjadi bagian penting agar pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan.
Dengan adanya kegiatan ini, kepedulian terhadap kesehatan anak di Kabupaten Samosir diharapkan semakin meningkat. Langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menyikat gigi secara rutin, dan menjaga kebersihan mulut menjadi bagian kecil yang dapat membawa dampak besar bagi kesehatan anak di masa mendatang.
(DEL)