Tim Dosen USU Laksanakan Pendampingan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Usaha Tani (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Langkat - Telagah merupakan desa yang terletak di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dan secara administratif berbatasan dengan wilayah Kabupaten Karo.
Sebagian besar wilayah desa berbatasan dengan kawasan hutan (termasuk Taman Nasional Gunung Leuser) dan bertopografi bergelombang, berbukit, hingga bergunung.
Perubahan iklim global yang ditandai meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi dalam waktu lama, perubahan pola curah hujan yang tidak menentu, serta adanya efek gas rumah kaca sebagai akibat kerusakan hutan dan praktek budi yang tidak berwawasan lingkungan; telah berdampak pada usaha tani masyarakat Desa Telagah.
Dampak perubahan iklim tersebut terbukti dengan semakin menurunnya produksi, terjadinya gagal panen dan munculnya hama dan penyakit pada beberapa jenis tanaman sumber penghasilan seperti aren, jahe, durian, kopi, dan kakao.
Sementara itu, dalam kenyataannya peran kelembagaan pertanian dan pedesaan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya pertanian selaras alam atau pertanian berkelanjutan, masih lemah, begitu juga partisipasi masyarakat dalam kelembagaan pertanian dan perdesaan, serta akses petani terhadap pasar dan bisnis.
Sesuai permasalahan yang telah dipaparkan tersebut, maka Tim Dosen Pengabdi dari Program Studi Agribisnis dan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian USU pada tahun 2026 ini melakukan berbagai kegiatan yang diawali dengan FGD (Focused Group Discussion) atau runggu (dalam bahasa Karo) untuk membahas secara partisipatif berbagai dampak perubahan iklim terhadap usaha tani serta usulan-usulan solusi dari para petani maupun Tim Dosen Pengabdi dalam rangka penanganan (mitigasi) dampak perubahan iklim terhadap usaha tani di Desa Telagah.
Berdasarkan kesepakatan pada FGD tersebut maka mulai tanggal 8 Agustus hingga 28 September 2026 dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian yaitu Pelatihan Desain Kebun Campuran (Agroforestri Multistrata), Pelatihan Konservasi Tanah dan Manajemen Air (Antisipasi Kekeringan & Banjir) dengan Sedimen Trap, Pembuatan Pestisida Nabati Berbahan Kecombrang, Pembuatan Minuman Serbuk Instan/Bubuk Ekstrak Kecombrang dan Jahe, serta Pembagian Bibit Tanaman Konservasi dan Produktif (Durian Musang King).
Pengabdian ini dilaksanakan dengan Tema Mitigasi bencana dan Skema Perintis. Tim Dosen Pengabdi yang diketuai oleh Dr. Helena Tatcher Pakpahan serta beranggotakan Ir. Yusak Maryunianta, MP dan Beatrix Sofranes Napitupulu, S.Agr., M.Ag ini, melakukan kegiatan pengabdiannya dengan melibatkan beberapa mahasiswa aktif.
Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini diresponi dengan baik dan sangat antusias oleh masyarakat Desa Telagah.
“Masyarakat Desa Telagah menyambut baik dan sangat antusias kegiatan pengabdian ini. Bahkan mereka berharap agar kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk program multi-tahun;” ungkap Helena.
Selama kegiatan pengabdian dilaksanakan, dukungan para tokoh masyarakat Desa Telagah yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan juga relatif besar.
Salah satu tokoh masyarakat bernama Purnama Ginting menyatakan bahwa pengabdian dengan tema mitigasi bencana dan pengembangan pertanian seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Desa Telagah dan perlu dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya dengan mengandalkan sinergitas antara Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Pihak Swasta atau Pelaku Usaha.
(REL/RZD)