BOLIVIA memiliki jenis lumba-lumba sungainya sendiri yang dikenal warga setempat sebagai “bufeo”. Lumba-lumba air tawar bernama Latin Inia boliviensis itu berwarna pink atau merah jambu.
Lumba-lumba sungai Bolivia itu sangat spesial karena merupakan satu-satunya yang terdapat di Bolivia, negara terjepit daratan negara-negara lain. Distribusinya yang sangat terbatas ini berarti lumba-lumba Bolivia kini rentan; keseluruhan spesies bisa saja menghadapi berbagai ancaman dan kejadian di negara tersebut.
Lumba-lumba itu tidak bisa membaur dengan lumba-lumba sungai Amazon di seberang perbatasan, yakni di daerah hilir dalam wilayah Brazil karena spesies itu tidak bisa berenang melewati air terjun raksasa yang membantuk kendala alam di wilayah perbatasan Bolivia dengan Brazil.
Lumba-lumba sungai Bolivia itu telah terisolasi dari lumba-lumba sungai Amazon selama lebih tiga juta tahun dan berevolusi jadi berbagai spesies berbeda.
“Bufeo-bufeo” itu adalah dolphin sangat khusus; mereka langka dan hanya digemukan di muara sungai Madeira hulu (Bolivia). Kawanan itu juga satu-satunya spesies dolphin di Bolivia mengingat negara ini terkurung daratan. Total populasi lumba-lumba itu jauh lebih kecil dibanding jumlah dolphin di sungai Amazon yang memiliki daerah jelajah lebih luas di Amerika Selatan.
Lumba-lumba air tawar merah jambu Bolivia merupakan satu-satunya ordo Cetacea yang hidup di perairan daratan -- jenis berwarna-warni namun tanpa perlindungan.
Pada 2010 lalu para ilmuwan dan ahli lingkungan berusaha keras menyelamatkan mamalia-mamalia yang terjebak di Sungai Pailas, Bolivia, anak sungai Sungai Grande. Sungai ini panjangnya hampir mencapai satu kilometer dengan dalam satu setengah meter, tapi dalam kondisi surut akibat kekeringan. Penyusutan air sungai itu menuntut penyelamatan mamalia tersebut.
Pada Agustus 2010, aksi penyelamatan juga dilakukan para pekerja yang dipimpin Enzo Aliaga-Rossel dan ahli zoologi lain yang menghabiskan waktu dua belas hari di sungai itu. Mereka berhasil menyelamatkan kawanan lumba-lumba yang terjebak di sungai akibat penyusutan air.
Aliaga-Rossel menambahkan kesadaran manusia yang lebih besar merupakan kunci bagi kelangsungan hidup bufeo merah jambu itu. (gci-bh)










