Gunung Sorikmarapi Naik Status, Aktivitas Vulkanik Meningkat

Gunung Sorikmarapi Naik Status, Aktivitas Vulkanik Meningkat
PVMBG Tingkatkan Status Gunung Sorikmarapi Madina Jadi Waspada ? (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Madina - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), resmi menaikkan status aktivitas Gunung Sorikmarapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Kenaikan status tersebut ditetapkan pada 3 April 2026 pukul 21.00 WIB, menyusul peningkatan signifikan aktivitas kegempaan vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, pada 2 April 2026 tercatat 115 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa terasa dengan skala II–IV MMI, serta 11 kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas ini berlanjut pada 3 April 2026 hingga pukul 18.00 WIB dengan 49 kali gempa vulkanik dalam, tiga gempa tektonik lokal, satu gempa terasa skala IV MMI, dan empat gempa tektonik jauh.

PVMBG menjelaskan, peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut mengindikasikan adanya migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan, sehingga potensi erupsi perlu diwaspadai.

Gunung Sorikmarapi yang memiliki ketinggian sekitar 2.145 meter di atas permukaan laut dikenal memiliki karakter erupsi berupa letusan freatik, lontaran abu, serta semburan lumpur.

Aktivitas erupsi juga tidak hanya terjadi di kawah utama, tetapi dapat muncul di area lain seperti Kawah Sibangor Tonga dan Sibangor Julu.
Seiring peningkatan status ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan wisatawan, di antaranya tidak memasuki radius 1,5 kilometer dari pusat kawah serta menghindari kawasan kawah aktif di sekitar gunung.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menegaskan agar masyarakat mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Ia juga menyampaikan bahwa radius 1,5 kilometer dari puncak gunung harus dikosongkan, serta jalur pendakian menuju puncak Sorikmarapi ditutup sementara.

“Jangan panik. BMKG dan Kementerian ESDM terus memantau situasi ini selama 24 jam penuh. Informasi akan disampaikan secara cepat dan berjenjang kepada masyarakat,” ujarnya saat memantau perkembangan di Pos Pemantauan Desa Sibanggor Tonga, Sabtu (4/4/2026).

Masyarakat juga diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan pos pengamatan Gunung Sorikmarapi guna memantau perkembangan aktivitas secara berkala.

PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi, platform Magma Indonesia, maupun media sosial resmi guna mendapatkan pembaruan terkini terkait aktivitas gunung tersebut. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi