Antisipasi Topan Hagupit

Puluhan Ribu Orang Tinggalkan Kampung Halaman

Manila, (Analisa). Puluhan ribu orang mengungsi dari desa-desa pantai dan daerah-daerah rawan longsor di Pilipina Tengah, Jumat (5/12), sehari sebelum topan dahsyat diperkirakan akan melanda negara pulau itu. 

Di negara ini tepatnya 13 bulan lalu, ribuan orang tewas akibat topan Haiyan.

Topan Hagupit melemah sedikit saat melintasi Pasifik dan tidak lagi menjadi “topan super” kategori 5, lapor biro cuaca Pilipina PAGASA, tapi kemungkinan masih tetap menjadi topan mauta bila badai itu menimbulkan longsor pada Sabtu.

Pelabuhan-pelabuhan ditutup di seluruh kepulauan itu, sehingga menelantarkan lebih 2.000 pelancong di ibukota Manila, daerah Bicol, Pilipina tengah dan pulau Mindanao di selatan setelah pengawal pantai menghentikan perjalanan laut sebelum terjangan topan itu.

Maskapai Penerbangan Philippine Airlines dan Cebu Pasific membatalkan beberapa dari penerbangan mereka ke Pilipina Tengah dan Selatan.

Pulau-pulau timur, Samur dan Leyte, yang masih melakukan pembenahan akibat serangan topan super Haiyan tahun lalu, bisa kembali terkena terjangan badai itu. 

Angkatan Bersenjata Pilipina (AFP), Kamis mengumumkan peringatan tertinggi karena Topan Hagupit (nama lokal: Ruby) diperkirakan akan mendarat di Pilipina timur, Sabtu, kata militer.

Status siaga merah mulai berlaku pada Kamis siang yang memungkinkan Komando Pusat Angkatan Bersenjata bekerja sama dengan instansi-instansi lain termasuk Dewan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemen serta Kantor Pertahanan Sipil, kata juru bicara AFP Restituto Padilla.

Sebagai kepala Angkatan Bersenjata, Gregorio Pio Catapang memberi perintah siaga merah, pasukan-pasukan dan aset-aset militer sedang pra-posisikan di wilayah-wilayah utama, menurut Padilla.

"Setelah kami memastikan keselamatan mereka, kami dapat menjamin bahwa kita akan mampu bereaksi tepat waktu, setelah terjadi bencana itu," kata Padilla. (Rtr/AFP/AP/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi