Fenomena Alam Akibat Kerusakan Lingkungan

Oleh: Ir. Fadmin Prihatin Malau. Jangan kaget bila antara Januari hingga 21 Maret 2014 Anda akan menjumpai langit yang masih terang benderang walaupun waktu sudah lewat Magrib. (Tulis ForumBerita.com dalam beritanya, Minggu 12 Januari 2014) dengan mengutip pernyataan Profesor riset astrofisika dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional, Thomas Djamaluddin yang mengatakan fenomena alam itu terkait dengan posisi Matahari mengalami gerak semu tahunan yakni pada 22 Desember 2013 lalu, Matahari tepat berada pada 23,5 derajat Lintang Selatan dan pada 21 Maret 2014 mendatang, Matahari akan tepat berada di khatulistiwa.

Konsekuensi dari pergerakan semu tahunan itu, kata Thomas terjadi perbedaan durasi waktu antara siang dan malam, walau tidak ekstrem maka waktu siang di Indonesia akan lebih lama dari pada malam. Faktanya memang begitu, kini meskipun sudah pukul 18.30 Wib atau sudah masuk waktu Magrib tapi alam masih terlihat terang.

Penulis terus terang teringat dengan apa yang dikatakan Nabi Besar Muhammad SAW bahwa satu tanda hari kiamat akan datang apa bila matahari terbit dari Barat, bukan dari Timur lagi. Dalam Al Qur’an disebutkan ketika Kiamat datang maka bumi ini akan hancur, gunung-gunung berapi meletus, air laut meluap ke daratan dan bumi akan hancur. Masih dalam Al Qur’an disebutkan manusia itu adalah Khalifah (Pemimpin) di muka bumi ini dan kehancuran bumi juga akibat ulah atau perbuatan manusia.

Selalu yang terjadi pada alam dikatakan fenomena alam. Bencana alam dikatakan fenomena alam, perubahan iklim dikatakan fenomena alam, pemanasan global atau global warming disebut fenomena alam. Pada hal sesunggunya bencana alam perubahan iklim, pemanasan global akibat kerusakan lingkungan hidup atau alam tempat manusia hidup.

Sabda Nabi Muhammad SAW dan Firman Allah SWT dalam Al Qur’an sangat jelas semuanya itu karena kerusakan lingkungan hidup dan yang bertanggungjawab adalah manusia dan Allah SWT nanti akan meminta pertanggungjawaban manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.

Kajian Kerusakan Lingkungan

Fenomena alam yang terjadi disebabkan telah terjadi kerusakan lingkungan hidup dalam skala besar (alam) sehingga terjadi perubahan alam itu sendiri. Pemanasan global misalnya disebabkan adanya berbagai aktivitas manusia yakni kegiatan industri, kegiatan penambangan, aktivitas kenderaan bermotor dan yang lain dapat memicu memanasnya bumi.

Dilemmatis memang karena kegiatan atau aktivitas manusia kini banyak menimbulkan dampak tidak baik terhadap alam lingkungan. Manusia sekarang ini dalam kehidupan sehari-harinya harus atau tergantung dari penggunaan bahan bakar fosil atau tidak bisa lepas dari Bahan Bakar Minyak (BBM), selama 24 jam hidup manusia mempergunakan BBM yang bahannya dari fosil dan dalam skala besar juga digunakan industri.

Jelasnya pembakaran bahan bakar fosil atau BBM ini menghasilkan emisi karbon dan emosi karbon menjadi penyebab pemanasan global. Bahan bakar fosil terdiri dari minyak bumi, gas alam dan batubara kini menjadi bahan yang sangat dibutuhkan manusia.

Kehadiran industri untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia mulai dari pangan, sandang dan papan melalui proses industri dan aktivitas industri digerakkan dengan mempergunakan sumber energi minyak bumi, gas alam dan batubara sehingga industri menjadi penyumbang terbesar di dunia untuk emisi karbon.

Di samping industri, penyumbang terbesar berikutnya emisi karbon kendaraan sebagai sarana transportasi manusia. Populasi manusia yang kini mencapai enam millar jiwa menghasilkan limbah atau sampah sebagai gas metana (CH4) yang mencemari lngkungan.

Sementara hutan alam yang ada di dunia ini sebagai “paru-paru” dunia diperuntukkan menyerap karbondioksida (CO2) dan memproduksi oksigen untuk kebutuhan hidup manusia sudah habis ditebang untuk pembangunan kehidupan manusia.

Akibat dari pemanasan global maka suhu bumi memanas dan menjadikan es di kutub bumi mencair. Pemanasan global membuat lapisan ozon menipis dan jebol sehingga suhu bumi tidak terkendali. Bisa mengalami pemanasan yang tinggi dan bisa terjadi pendinginan yang ekstrim seperti yang terjadi di Amerika Serikat, suhu bumi mencapai minus 18 derajat Celcius sehingga air terjun Niagara bisa membeku dan lagi lagi ini banyak disebut orang fenomena alam.

Pergeseran Iklim Akibat Gaya Hidup

Terjadinya pemanasan global dapat menyebabkan pergeseran musim pada daerah tertentu di bumi seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia yakni waktu siang lebih panjang dari waktu malam meskipun tidak ekstrim. Dari pergeseran musim ini membuat perubahan iklim di bumi seperti waktu penghujan dan kemarau tidak tentu dan curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat sehingga sulit diprediksi yang disebut dengan cuaca ekstrim.

Anomali cuaca berawal dari terjadinya pergeseran musim membuat iklim tidak menentu yang akhirnya cuaca menjadi ekstrim sangat beresiko terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya.

Semua kejadian alam itu sesungguhnya bukan fenomena alam biasa dan bukan alami dari alam itu sendiri akan tetapi fenomena alam itu terjadi akibat dari telah terjadi kerusakan lingkungan dalam skala global.

Melestarikan lingkungan adalah kata kunci dari menjawab fenomena alam yang disebabkan kerusakan lingkungan. Melestarikan lingkungan merupakan upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dari kegiatan manusia yang melampaui kemampuan daya dukung alam.

Manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini bertanggungjawab sebab perubahan alam itu akibat gaya hidup manusia yang melampaui batas daya dukung alam. Eksploitasi alam yang berlebihan membuat alam rusak. Pola hidup manusia yang tidak ramah lingkungan menjadikan alam rusak.

Dampak negatif dari kegiatan manusia terhadap alam harus dihentikan, minimal diminimalkan terjadinya kerusakan alam. Manusia harus menjaga kestabilan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sehingga tidak punah akibat bencana alam.

Sesungguhnya lingkungan itu terdiri dari biotik, abotik dan sosial. Biotik adalah makhluk hidupnya (manusia, hewan dan tumbuhan). Lingkungan abiotik adalah yang bukan makhluk hidup (udara, tanah, air, gedung atau bangunan dan lainnya). Lingkungan sosial adalah lingkungan membentuk interaksi manusia dengan lingkungan biotik dan abiotik.

Berpedoman kepada Hadist Nabi Muhammad SAW dan Firman Allah SWT dalam Al Qur”an serta melihat fakta yang ada, maka kerusakan lingkungan hidup cenderung disebabkan oleh manusia itu sendiri. Manusia sebagai pemimpin dan penghuni bumi mempunyai peran sangat besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup.

Manusia tidak bisa selalu mengatakan setiap bencana alam, setiap perubahan iklim dikatakan fenomena alam akan tetapi manusia sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna di bumi ini yakni memiliki akal dan budi serta nafsu pasti bisa melestarikan bumi ini untuk masa depan kehidupan generasi mendatang. Semoga.

Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, pemerhati masalah lingkungan hidup).
 

 

()

Baca Juga

Rekomendasi