“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka , yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (QS.at-Tahrim [66])
Mari kita renungkan dalam-dalam bagaimana ayat ini berbicara, bagi kita semua umat islam, tidak ada hal yang diragukan untuk ayat tersebut. Dalam sebuah riwayat, dijelaskan bahwa konon Nabi Yahya As. Sampai pingsan setiap kali mendengar kata neraka. Padahal, kita tahu bahwa Nabi Yahya As adalah manusia pilihan yang diangkat menjadi nabi oleh Allah.
Tanpa kita sadari sering kali melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menambah panjang daftar dosa kita kepada Allah. Semakin panjang daftar dosa kita kepada-Nya. Semakin pendek kemungkinan kita menempati surga yang dijanjikan-Nya. Seperti yang kita pahami, bahwa Allah Swt akan menjadikan neraka sebagai tempat bagi bangsa jin dan manusia yang gemar melakukan dosa kepada-Nya.
Bukan suatu kebohongan ketika Rasullah SAW, mengatakan bahwa neraka akan dipenuhi oleh manusia dan jin. Bukan pula hal dusta manakala beliau juga mengunakan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.
Hadits mengatakan “ aku melihat kedalam surga, maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara ( orang-orang falcir). Dan, aku juga melihat kedalam neraka, aku menyaksikan kebanyakan penduduk adalah wanita “(HR.Bukhari dan Muslim)
Dari beberapa penjelasan tadi, kita sudah mengetahui bahwa terdapat sebuah hadits yang menjelaskan bahwa Rasullah SAW. Pernah bersabda tentang sedikitnya kaum wanita yang dimaksud adalah kaum wanita dunia pada umumnya seperti yang kita lihat hari ini.
Surga adalah karunia Allah yang menjadi dambaan setiap umat Islam. Mungkin satu pun tidak semua umat Islam yang tidak ingin masuk surga. Semuanya pasti ingin masuk surga, ingin menikmati karunia Allah. Kalau kita renungkan, jalan menuju surga tidak lah muda, namun tidak juga menyulitkan. Semua tergantung kepada niat dan kemauan masing-masing. Jalan ke surga tidak lah dihiasi dengan bunga-bunga yang indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia.
Rasulullah SAW bersabda : “Jalan ke surga dipenuhi dengan rintangan-rintangan dan jalan ke neraka dipenuhi dengan syahwat.” (HR,Muslim)
Kelebihan buku ini adalah buku ini sangat bermanfaat dan bisa membuat wanita-wanita untuk dapat menjaga ucapan dan sifatnya agar tidak masuk kedalam neraka
Presensi: Nurcahaya Sagala, Fakultas Syariah Jurusan Muamalah D, Semester 1










