Percobaan dan Pembunuhan Presiden Amerika

PRESIDEN AS kerap sekali menjadi target pembunuhan. Ada beberapa rencana dan percobaan pembunuhan yang mengarah pada Presiden AS. Setidaknya terdapat beberapa percobaan pembunuhan terhadap Presiden, mantan Presiden dan Presiden terpilih.

Ada percobaan pembunuhan yang berakhir dengan meninggalnya Presiden AS itu. Dua percobaan pembunuhan berhasil melukai mantan Presiden Theodore Roosevelt, dan Presiden Ronald Reagan.

Menariknya, kebanyakan dari percobaan pembunuhan ini didasari oleh masalah politis dan banyak dari para pelakunya yang dinyatakan memiliki masalah kejiwaannya.

Berikut daftar percobaan pembunuhan terhadap Presiden AS yang mengalami kegagalan dari John F Kennedy sampai sekarang.

John F. Kennedy

Pada tanggal 11 Desember 1960, ketika sedang berlibur di Palm Beach, Florida, Presiden terpilih John F. Kennedy mendapat ancaman dari Richard Paul Pavlick, seorang berusia 73 tahun mantan pekerja pos.

Rencana Pavlick adalah sebagai seorang pembom bunuh diri dengan menerjang ke dalam kendaraan Kennedy, namun rencana itu gagal karena Pavlick melihat istri Kennedy dan putrinya melambaikan tangan kepadanya.

Hal itu membuatnya kehilangan kesempatan dan dia pun melarikan diri. Pavlick kemudian ditangkap tiga hari kemudian setelah dia dihentikan untuk pelanggaran mengemudi, dengan dinamit masih berada di dalam mobilnya.

Pavlick mendekam enam tahun berikutnya di penjara federal dan lembaga mental sebelum dibebaskan pada Desember 1966.

Richard Nixon

Pada tanggal 22 Februari 1974, Samuel Byck berencana membunuh Nixon dengan menabrakkan sebuah pesawat komersial ke Gedung Putih. Setelah ia membajak pesawat, dia diberitahu bahwa tidak bisa lepas landas karena blok roda masih melekat di ban pesawat.

Dia menembak pilot dan ko-pilot, kemudian ditembak oleh seorang petugas melalui jendela pintu pesawat sebelum dia kemudian melakukan bunuh diri. Peristiwa-peristiwa seputar upaya pembunuhan ini digambarkan dalam film The Assassination of Richard Nixon.

Gerald Ford

Pada tanggal 5 September 1975, Lynette Fromme, seorang pengikut Charles Manson, membidikkan sebuah pistol Colt M1911 kaliber 45 pada Ford ketika dia berjabat tangan di tengah keramaian. Ada empat peluru dalam magazine pistol tersebut tetapi ruang tembak pistol sendiri kosong sehingga dia gagal melakukan penembakkan.

Dia segera ditahan oleh agen Secret Service, Larry Buendorf. Fromme kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, namun dibebaskan dari tahanan pada tanggal 14 Agustus 2009, hampir 3 tahun setelah kematian Ford.

Pada tanggal 22 September 1975, di San Francisco, California, Sara Jane Moore menembakkan sebuah revolver pada Ford dari jarak 40 kaki (12 m). Seorang penonton, Oliver Sipple, meraih lengan Moore dan menyebabkan tembakan meleset. Moore dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dia kemudian dibebaskan dari penjara Federal pada Senin, 31 Desember 2007, 370 hari setelah kematian Ford.

Ronald Reagan

Pada tanggal 30 Maret 1981, saat dia kembali ke dalam limusinnya setelah menyampaikan pidato di Hilton Washington, sebuah hotel di Washington, D.C., Reagan dan tiga orang lainnya ditembak dan terluka oleh John Hinckley, Jr, yang berharap untuk membuat aktris remaja saat itu, Jodie Foster, terkesan.

Tiga orang lain yang tertembak adalah Sekretaris Press Gedung Putih James Brady, agen Dinas Rahasia Tim McCarthy, dan seorang polisi bernama Thomas Delahanty. Semuanya selamat, meskipun Brady, yang paling terluka parah, menderita cacat permanen. Reagan sendiri mampu bertahan dan pulih setelah operasi darurat di George Washington University Hospital.

George H. W. Bush

Pada tanggal 13 April 1993, enam belas orang menyelundupkan sebuah bom mobil ke Kuwait dengan maksud membunuh Bush saat berpidato di Universitas Kuwait.

Rencana tersebut digagalkan ketika seorang polisi Kuwait menemukan bom tersebut dan menangkap para tersangka. Para agen intelijen Irak, khususnya Directorate 14, diduga berada di balik rencana pembunuhan tersebut meskipun tidak ada bukti yang menguatkan akan hal tersebut.

Bill Clinton

Pada tanggal 12 September 1994, Frank Eugene Corder menerbangkan pesawat Cessna bermesin tunggal ke halaman Gedung Putih, dan diduga mencoba untuk menabrak Gedung Putih.

Presiden dan keluarganya tidak ada di Gedung Putih pada saat itu, sehingga motif sebenarnya di balik pendaratan kecelakaan tidak meyakinkan. Sementara Corder merupakan satu-satunya yang menjadi korban.

Pada tanggal 29 Oktober 1994, Francisco Martin Duran menembakkan sedikitnya 29 tembakan dengan senapan semi-otomatis di Gedung Putih dari pagar halaman utara. Ia mengira bahwa Clinton merupakan salah satu pria dalam setelan gelap yang berdiri di sana (Clinton sebenarnya berada di dalam Gedung Putih sedang menonton pertandingan American Football dan tidak pernah berada dalam bahaya selama insiden). Tiga wisatawan, Harry Rakosky, Ken Davis dan Robert Haines kemudian meringkus Duran. Duran ditemukan memiliki pesan bunuh diri di dalam sakunya dan dijatuhi hukuman 40 tahun penjara.

George W. Bush

Pada tanggal 7 Februari 2001, sementara Presiden George W. Bush berada di Gedung Putih, Washington, DC, Robert Pickett, berdiri di luar pagar, melepaskan beberapa tembakan ke arah Gedung Putih. S

etelah sekitar sepuluh menit, insiden itu berakhir ketika seorang petugas Secret Service menembak Pickett, mengakibatkan cedera yang membutuhkan operasi rumah sakit segera.

Pickett ditemukan memiliki masalah emosional dan keluhan kerja. Pickett sebelumnya menulis surat kepada Presiden tentang keluhannya. Sebuah pengadilan pada bulan Juli 2001 memutuskan Pickett dihukum tiga tahun penjara sehubungan dengan insiden tersebut.

Pada tanggal 10 Mei 2005, sementara Presiden George W. Bush sedang memberikan pidato di Freedom Square di Tbilisi, Georgia, Vladimir Arutyunian melemparkan sebuah granat tangan aktif RGD-5 buatan Soviet ke arah podium tempat Bush berdiri bersama dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili, Ibu Negara AS Laura Bush, Ibu Negara Georgia Sandra Roelofs, dan beberapa pejabat lainnya.

Granat tersebut telah aktif dan pin pemicunya pun telah ditarik, namun granat tersebut tidak meledak karena sebuah saputangan warna merah membungkus erat granat sehingga pin pemicu tidak tertarik dengan cukup cepat untuk dapat meledakkan granat.

Arutyunian ditangkap pada Juli 2005, dan membunuh seorang agen Kementerian Dalam Negeri ketika berusaha lolos dari penangkapan. Dia dihukum pada Januari 2006, dan diberi hukuman penjara seumur hidup.

Pada tanggal 19 November 2008, Asa Seeley awalnya dilaporkan oleh berbagai sumber telah menyatakan akan menembak Presiden George W. Bush. Seeley ditangkap di stasiun kereta api West Baltimore setelah ditolak oleh seorang sopir taksi yang melihat bahwa ia membawa senapan rifle. Seeley kemudian didakwa dengan pelanggaran senjata api ilegal. (bbs/afp/rtr/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi