Pemimpin HK:

“Fishball Revolution” Istilah yang Keliru

Hong Kong, (Analisa). Menteri Urusan Keama­nan Hong Kong (HK) Lai Tung-kwok mengatakan bah­wa keliru untuk menggu­na­kan istilah "Fishball Revo­lu­tion" untuk membenarkan ke­ru­su­han di Mong Kok selama libur Tahun Baru Imlek.

Lai mengatakan kepada media pada Minggu, (14/2), bahwa kata "Fishball" di­gu­nakan secara keliru seakan-akan itu berarti para penjaja menjual makanan, dan peme­rintah melakukan tindakan terhadap mereka.

Lai mengatakan kenyata­an­nya ialah para petugas De­partemen Kesehatan Maka­nan dan Lingkungan Hidup se­dang berpatroli di daerah di dekat lokasi kerusuhan ber­awal dan tidak melakukan tin­­dakan apa pun.

Para petugas tersebut lalu dikepung oleh satu kelompok lebih dari 50 orang dan itu sebabnya mengapa mereka kemudian meminta bantuan polisi, kata pejabat tersebut.

Lai menyatakan posisi pe­merintah sudah jelas bahwa itu adalah kasus kerusuhan dan pemerintah harus mela­ku­kan semua tindakan hu­kum yang mungkin untuk me­nye­ret mereka ke pengadi­lan, de­mikian laporan kantor berita Tiongkok, Xinhua, Minggu.

Tsang Yok-sing, Presiden De­wan Legislatif Hong Kong, mengatakan rakyat tak perlu melakukan kekerasan sekalipun mereka tidak puas dengan pemerintah, dan ke­kerasan tak bisa diterima oleh sebagian besar anggota ma­syarakat.

Cheung Chi-kong, ang­gota Dewan Eksekutif Hong Kong, mengatakan ia terkejut dan sedih dengan kerusuhan Mong Kok. Ia berpendapat ber­jualan bukan masalah yang paling kontroversial tapi ala­san bagi kekerasan.

Mencari alasan untuk mem­­benarkan kerusuhan ti­dak membantu para perusuh tapi menggiring mereka ke ujung lain, kata Cheung.

Ia mendesak rakyat agar memi­kirkan kembali apa yang akan terjadi selanjutnya setelah lo­kasi kerusuhan di Mong Kok.

Setelah kerusuhan terse­but, yang terjadi pada 8 sam­pai 9 Februari dengan lebih dari 100 orang cedera, media setempat dengan keras me­ngutuk kerusuhan itu dan meng­ungkapkan aksi pem­bangkangan para perusuh.

Sejumlah kelompok sosial menyampaikan keprihatinan mereka sehubungan dengan kerusuhan tersebut, dan me­nyampaikan pendirian mere­ka bahwa pelanggaran hu­kum dan ketenagan tak bisa di­tolerir. (Ant/Xinhua-OANA)

()

Baca Juga

Rekomendasi