St Yan San­toso Purba Pakpak Terpilih Ketua Umum

Bona Tahun Ginompar Purba Pakpak Meriah

Medan, (Analisa). Pesta Bona Tahun dan Syu­ku­ran Ginopparni Oppung Parultop-ultop Purba Pakpak (Raja Purba), Boru dan Pano­golan se-Kota Medan dan seki­tarnya, di Gedung Wisma Naga Hall Jalan SM Raja, Minggu (14/2), sekaligus pemilihan Ke­tua Umum Purba Pakpak Boru dan Panogolan se-Indonesia ber­langsung meriah. Tidak ku­rang 2.000 orang memenuhi lo­kasi acara, yang berlangsung se­jak pukul 10.00 WIB hingga menjelang malam tersebut.

Suasana tradisional ala Si­ma­­lungun sangat "terasa", ka­rena hampir seluruh yang hadir datang dengan mengenakan simbol-simbol Simalungun, di antaranya, kaum laki-laki yang sudah menikah mengenakan jas dan gotong, sedangkan para perempuan yang sudah meni­kah memakai kebaya, bulang dan 'marhadang-hadangan’. Ba­ik anak, pihak boru maupun panogolan, lalu para pemuda/pemudi juga mengenakan juga jas/kebaya dan ada juga yang me­makai pakaian pesta.

Salah satu tujuan acara ada­lah meng­hidupkan kembali ke­as­lian Budaya Simalungun, sa­lah satunya terkait "gotong". Di mana dalam kesempatan bona tahun itu, disosialisasikan kem­bali bahan asli gotong yang du­lu dipakai para orangtua Purba Pak­pak, yakni "kain padang ru­sa".

Acara itu dimulai dengan ke­baktian dipimpin Pdt DR Ded­dy Fajar Purba, yang pada khot­bahnya menekankan, penting­nya seia sekata dalam kehi­du­pan, terutama dalam sebuah "tup­puan". "Kalau melihat pro­fesi masing-masing yang terdiri dari berbagai macam mulai dari pejabat, pendeta, pegawai, pedagang, dan lainnya, mung­kin bisa susah kalau saling mem­bawa ego masing-masi­ng," katanya.

Usai kebaktian dilanjutkan la­poran panitia yang mengajak semua anggota tuppuan agar berpartisipasi dalam segala hal. "Kalau ada kegiatan-kegiatan di tuppuan, mari kita bersama-sa­ma memi­kirkan, apa yang su­dah dan akan kita berikan kepa­da tuppuan ini," kata Ketua Um­um Panitia Drs Alexius Purba.

 Menjelang acara makan bersama, dilaksanakan penye­rahan (manurduk) "dayok nabi­na­tur" yang diberikan kepada pa­ra ketua sektor, panitia, pe­nasehat, me­wakili sanina, boru, pa­nogolan, para tokoh, juga ta­mu kehormatan yang hadir di luar tuppuan di antaranya ca­lon Wali­kota/Wakil Wali­kota Pematang Siantar Wesly Sila­lahi SH MKn-H Sailanto, me­wakili Pem­provsu Elisa Mar­bun (Kadis Pariwisata).

Berkembang

Sebelumnya sambutan dari Marga Purba di luar Purba Pakpak diwakili John Ryder Purba, berharap tuppuan bisa semakin berkembang, bahkan bisa merangkul semua Marga Purba Pakpak diseluruh Indo­ne­sia bahkan dunia. "Sebab de­ngan kebersamaan dan per­satuan, maka kita akan sema­kin mampu memberi kon­tri­busi kepada negara. Demikian juga dengan pengembangan budaya akan bisa semakin men­dekati asli, contohnya pe­makaian gotong," katanya.

Mewakili Purba Pakpak Ja­bodetabek, Ketua Umum Ali­son Purba dan Ketua II St Ramli Purba, berharap agar setiap pro­vinsi juga ada per­wa­kilan Purba Pakpak. "Di lu­ar kemeriahan ini, agar makin ter­cipta kebersamaan dan ko­munikasi yang baik," kata me­reka.

Sambutan dari undangan, Marsekal Pertama Budi Raja Manggala Purba serta Pena­sehat Yan Santoso Purba SH MH, bahwa rencana bona ta­hun dua kali sekali bisa ter­laksana. "Hari ini sudah ter­lak­sana dengan baik dan me­riah," sebutnya.

Ceramah umum tentang metode/cara penelusuran sil­si­lah disampaikan Ketua Um­um TP2BP Kota Medan dan Sekitar­nya St Kompol Darfin Purba SH. Pada kesempatan itu Darfin Purba menjelaskan se­cara garis besar bagaimana sil­silah dalam Purba Pakpak.

Telusuri Silsilah

Dia juga menjelaskan ba­gai­mana caranya mengetahui asal usul seseorang dengan menelusuri silsilahnya serta rajin bertanya. Darfin juga menceritakan beberapa kisah terkait raja-raja di kalangan Purba Pakpak dulu. "Mudah-mudahan gambaran singkat ini bisa menjadi pedoman bagi kita semua untuk sema­kin perduli dan berusaha mem­pelajari silsilah dan adat istia­dat kita," katanya.

Pada kesempatan itu Dar­fin menegas­kan, pusat "peme­rintahan" Purba Pakpak ada­lah di Simalungun. Sehu­bun­gan de­ngan itu ada harapan agar pesta menda­tang dilaksa­nakan di Pematang Purba di Ru­ma Bolon. Darfin Purba me­ngajak para penasehat, pe­ngurus, dan tokoh Purba Pak­pak untuk merumuskan bentuk tup­puan yang lebih luas.

Akhirnya secara aklamasi da­lam pertemuan terbatas, ter­pilih Ketua Umum Purba Pak­pak se-Indonesia St Yan San­toso Purba Pakpak SH MH. Pilihan ini berdasarkan berba­gai kriteria di antaranya keto­ko­han, kedekatan kepada se­mua suku di Simalungun dan luar Simalungun, serta teruji pengetahuan baik dalam adat budaya maupun wawasan um­um.

Sebelum rangkaian acara di­tutup dengan "lucky draw" dan penyematan ulos kepada anggota DPR RI Marsiaman Saragaih, Marsekal Pertama Budi Raja Manggala Purba, serta Wesly Silalahi SH MKn-H Sailanto. (sug/rel)

()

Baca Juga

Rekomendasi