Demi Tampil di PON 2016

Pelatih Voli DIY Jual Mobil

Yogyakarta, (Analisa). Tim voli putra DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) hanya menjadi menduduki tempat kedua dalam pertandingan Pra PON Jawa Barat setelah ditak­lukkan Jawa Tengah.

Konsekuensinya untuk da­pat berlaga dalam PON 2016 me­re­ka tidak mendapatkan du­kungan dana penuh dari KONI DIY.

Di sisi lain semangat 15 pe­­main dan ofisial untuk me­ng­harumkan nama DIY di kan­cah nasional tetap menggelora. Pengda PBVSI DIY harus me­mutar otak dengan kekurangan anggaran yang ditanggung jika ingin berlaga di PON karena KONI DIY hanya bisa mem­berikan dana 50 persen saja.

Melihat besarnya semangat anak didiknya, Pelatih Voli Pu­tra DIY, Putut Marhaento akhirnya merelakan mo­bilnya dijual untuk me­nu­tupi kekura­ngan angga­ran ter­sebut.

Bersamaan dengan acara Otobursa TVRI Jogja, satu unit mobil milik Putut yang juga pelatih pelatih klub Voli Putra Jakarta Elektric PLN dibawa oleh anaknya Anto­nius Adi ke Otobursa TVRI Jog­ja untuk dijual dengan penawaran harga Rp 100 juta.

"Mobilnya Daihatsu Luxio tahun 2011, warna hitam, automatic, tangan kedua, AB Yog­ya. Mobil ini jarang dipa­kai karena hingga saat ini kilo­meternya baru 93 ribu sejak mo­bil keluar dari pabrikan tahun 2011 silam," kata Adi di Otobursa TVRI Jogja, Ming­gu (12/6).

Diakui Adi, ayahnya mem­punyai ambisi untuk meraih emas dalam PON 2016 meski dana yang dikeluarkan bukan dari pemerintah.

"Ayah saya melihat sema­ngat dari tim voli sangat tinggi untuk mengharumkan nama DIY di tingkat nasional. Harta dapat dicari lagi namun meng­harumkan nama DIY sangat sulit dicapai," bebernya.

Diakui Adi, ia sengaja tidak menempelkan harga jual mobil seperti mobil lainnya di Oto­bursa TVRI Jogja namun ha­nya menempelkan tulisan pada mobilnya "Dijual Untuk Bayar PON 2016 Jawa Barat, Cab Bola Voli, Hub 081227497­5­10.”

"Saya buka harga Rp 100 juta. Jika tidak laku di Otobursa TVRI bisa menghubungi no­mor handphone tersebut. Itu nomor HP ayah saya,"katanya.

Bendahara Pengda PBVSI DIY, Sujadi mengatakan untuk memberangkatkan pemain dan ofisial yang berjumlah 15 orang, minimal dibutuhkan dana Rp88 juta. Sedangkan tamba­han Rp30 juta lagi untuk peng­a­daan seragam tim. (vn)

()

Baca Juga

Rekomendasi