Oleh: Poltak M Simanjuntak.
Maraknya penyalahgunaan narkotika, alkohol, dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di kalangan remaja dan anak-anak belakangan ini hendaknya menyadarkan kita betapa minimnya pengetahuan generasi muda akan dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
Agar kita tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba, sebaiknya kenali dulu jenis dan pengaruh buruk yang ditimbulkannya.
1. Amfetamin (Amphetamine)
sering juga disebut Amphet, berbentuk pil, kapsul dan serbuk. Memiliki efek rangsangan yang kuat terhadap sistem saraf. Merangsang tubuh melampaui batas maksimum dari kekuatan fisik, di mana pengguna tetap merasa aktif walaupun tubuh sudah sangat lelah. Bila tubuh sudah tidak kuat lagi menanggung beban, maka pengguna bisa pingsan bahkan tewas karena kelelahan.
Akibat lain penggunaan Amphetamine antara lain berat badan cepat menyusut, rasa lelah, seperti kekurangan tidur, denyut nadi tidak teratur, tekanan darah tinggi, paranoid dan tiba-tiba tidak sadarkan diri.
2. Ekstasi (Ecstasy)
Nama jalanan Inex, XTC, Ceu I’in, kancing, atau pil godek. Jenisnya alladin, electric, butterfly, penguin, gober, rollroyce, pinky, dan masih banyak lagi. Bentuknya tablet, pil atau kapsul, dan terdiri dari berbagai warna. Ekstasi biasanya diproduksi secara ilegal di laboratorium. Komposisinya mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Namun tragisnya, zat kimia berbahaya sering dicampur sehingga berakibat sangat buruk bagi tubuh seperti campuran insektisida, pil KB, bahkan zat-zat kimia yang tidak dikenali.
Eksatasi yang dikenal sebagai “obat pesta” dalam dosis kecil mampu menimbulkan efek halusinasi ringan dan bisa berlangsung selama 30 jam. Remaja yang menggunakan ekstasi biasanya mengalami penurunan prestasi belajar, kurang memerhatikan penampilan, suka menarik diri dari pergaulan, gemar mengurung diri, depresi, mudah lelah, hubungan dengan keluarga memburuk, kurang tertarik dengan hobi dan olahraga, serta kebiasaan makan dan minum yang selalu berubah.
Akibat jangka pendek ekstasi berupa peningkatan panas tubuh, tekanan darah dan detak jantung. Ekstasi juga dapat menyebabkan diare, hiperaktif, gemetar tak terkontrol, mual dan muntah, kehilangan selera makan, sakit kepala, dan pusing-pusing.
Dalam jangka panjang, pemakai akan menjadi paranoid (gila), suka berhalusinasi, cepat panik dan bingung. Juga dapat mendorong tubuh melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum. Aktivitas yang berlebihan ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), maka pemakai dapat meninggal seketika karena terlalu banyak minum air akibat rasa hausnya.
3. Ganja (Cannabis)
Nama populernya cimeng, gelek, daun, rumput, grass, kangkung, mariyuana, hashish, gayus, gujelek, atau jum. Jenisnya seperti budha stick, hasis (minyak atau lemak ganja) dan lainnya. Bentuknya seperti daun kering yang telah dirajang. Ganja biasanya dihisap dalam bentuk rokok atau pipa, bisa murni atau dicampur dengan tembakau, tapi juga bisa dimakan.
Pemakai bisa merasa rileks (fly), cerewet dan lebih peka dengan suara dan warna. Efeknya bisa berlangsung selama 20 menit hingga beberapa jam. Ganja dapat membuat ketagihan secara mental.
Resiko jangka pendeknya memengaruhi konsentrasi dan kelambanan reaksi sehingga akan nampak bodoh. Kemampuan belajar bagi pelajar pun akan menurun drastis. Seringkali pengguna mencari-cari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan karena efek ketergantungan meningkat terus. Risiko jangka panjang bisa mengakibatkan kerusakan paru-paru dan jantung, bahkan menyebabkan schizophrenia atau kegilaan.
4. Heroin (Putauw)
Lebih populer dengan nama bubuk, bedak, putih, PT atau etep. Jenis yang lebih disukai pemakai di Indonesia adalah putauw (heroin kelas 5 dan 6). Berbentuk bubuk, bisa dimakan dan disuntik, atau lebih sering dihirup. Biasanya dijual dalam bentuk paket (kemasan kertas) dan banyaknya hanya sebesar ujung kuku.
Reaksinya sangat cepat “mengikat” pemakai secara fisik dan mental. Dosis rendah menyebabkan keadaan santai, menghambat konsentrasi dan memperlambat waktu bereaksi. Pada pemakaian jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan kulit karena suntikan berulang-ulang. Sangat beresiko terhadap AIDS (dari jarum suntik yang dipakai bersama), hepatitis, dan penyakit infeksi lainnya.
Bahkan efek sakaunya sangat menyakitkan dan bila over dosis dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda pemakai yang sedang sakau: kesakitan dan kejang-kejang, gemetar dan muntah-muntah, mata berair, kehilangan nafsu makan, keram perut dan menggelepar, hidung berlendir serta kekurangan cairan tubuh.
5. Inhalen
Yang termasuk jenis ini seperti lem, pengencer cat (thinner), aerosol, gas dan cairan pembersih. Zat-zat kimia ini mengandung gas-gas yang bila dihirup mampu menimbulkan perasaan melayang seperti mabuk. Namun bisa mengakibatkan gagal jantung dan kematian mendadak seperti tercekik (sudden sniffing death syndrome).
Akibat lainnya adalah kehilangan ingatan, tidak dapat berpikir, kulit mudah berdarah dan memar, kerusakan sistem saraf utama, kerusakan hati, sakit maag, sakit ketika buang air kecil, kejang-kejang otot dan batuk-batuk.
6. Shabu-shabu
Nama jalanannya kristal, ice, ubus, SS, mecin, dan lain-lain. Shabu-shabu merupakan nama populer untuk Methampletamine. Berbentuk kristal, tidak berbau dan tidak berwarna. Ada juga berbentuk bubuk yang disuntik atau dihisap. Zat ini mendorong tubuh melampaui ambang batas kekuatan fisik.
Pemakai merasa fly dengan perasaan enak sementara, namun kemudian perlahan-lahan membangkitkan perasaan gelisah yang luar biasa. Dapat mengakibatkan impoten dan efek langsungnya menjurus pada perilaku kekerasan. Over dosis dapat menyebabkan kerusakan hati dan paru-paru, bahkan kematian.











