JUMLAH hewan sejenis lemur yang diberinama aye-aye merupaka hewan langka yang sudah jarang ditemui. Keberadaan hewan yang aktif di malam hari ini sangat dibenci banyak orang.
Hal itu terjadi akibat mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Madagascar sebagai hewan asli itu mereka anggap jelek.
Masih banyak warga masyarkat setempat, termasuk anggota suku Sakalaya, percaya bahwa aye-aye adalah tanda kehancuran, perwujudan setan.
Aye-aye memang tampak sedikit mengerikan, menyeramkan dengan wajahnya yang sedemikian rupa apalagi kalau ditemui di malam hari dengan lampu senter. Bulunya kasar, warna hitam dan abu-abu dan memiliki mata besar warna oranye.
Namun yang paling khas adalah jari tengahnya yang luar biasa panjang tetapi tipis. Namun fitur ini adalah adaptasi yang sangat berguna, aye-aye akan mengetuk di batang pohon dengan jari panjangnya, menggunakan gema lokasi untuk mendengarkan refleksi sonik akan makanan lezat atau hewan buruan di dalamnya.
Mereka bisa mengetuk dengan cepat sampai delapan kali per detik.
Saat mereka mendeteksi ada makanan, aye-aye akan menggunakan giginya yang kuat untuk mengunyah batang kayu dan mengambil makanannya itu dengan jari-jarinya.
Pada 1990, Lee Durrell, janda dari ahli lingkungan Gerald Durrell, menemani suaminya dalam ekspedisi ke Madagascar untuk mencari aye-aye dan, atas permintaan pemerintah Madagascar, membawa sebagian ke Pulau Jersey untuk dibiakkan di Durrell Wildlife Park.
"Saat itu, aye-aye diketahui belum punah, tapi mereka berada di kantung-kantung hutan yang sangat sedikit di hutan di timur," kata Durrell.
Guide mereka saat itu menjelaskan bagaimana perasaan warga setempat tentang hewan tersebut, jelas bahwa aye-aye sangat tidak populer.
Meski Durrell tak pernah melihat secara langsung, dilaporkan bahwa aye-aye sering langsung dibunuh oleh penduduk desa kemudian digantung untuk dipamerkan.
"Umumnya mereka dianggap roh jahat," kata Durrell. Sebagian menganggap hewan ini adalah pertanda kematian, contohnya "Jika ukurannya kecil, maka anak-anak yang akan mati, atau jika aye-aye tua dan warna abu-abu putih, maka orang tua yang akan meninggal."
Merusak
Aye-aye adalah hewan nokturnal, sehingga itu bisa membuat mereka dianggap jahat, tapi mereka juga merusak tanaman orang.
"Aye-aye akan datang ke kebun dan menimbulkan kekacauan masyarakat jelas tidak suka," kata Durrell. "Sekelumit tanah yang ditanami tebu, beberapa tanaman saja, dan aye-aye akan datang serta menghancurkannya dalam seminggu."
Hal ini menjadi contoh lain bagaimana suatu hewan bisa dianggap buruk, dengan melakukan sesuatu yang tak orang sukai.
Bagi aye-aye, kepercayaan setempat ini menyengsarakan mereka karena spesies ini kini berada di Daftar Merah IUCN sebagai hewan terancam punah.
Dan untuk mengatasinya, ini ada beberapa langkah untuk mengajarkan warga setempat akan hewan yang sedang dalam bahaya ini, seperti Proyek Konservasi Sava yang dijalankan oleh Duke University.
Aye-aye yang terancam punah.
Namun mengubah keyakinan itu tak mudah. Bahkan Colin Miskelly mendengar laporan dari orang-orang Maori bahwa penyelidikannya terhadap Hakawai tak diterima.
"Saat saya mulai meneliti pada 1980an, ada orang-orang yang tidak mau Hakawai dijelaskan," katanya mengenang, dan mengatakan bahwa mitos itu menjadi kuat karena memang tak dijelaskan sebelumnya.
Jika ketakutan itu nampak abstrak, bayangkan, bahwa penduduk di kota-kota di Barat pun kadang masih merinding melihat kelelawar atau ketika ada kucing hitam melintas di depan mereka. Mitos tentang hewan-hewan itu adalah hal yang sangat manusiawi dan banyak ditemukan, meski dampaknya merusak.
"Cara orang berpikir soal hewan tidaklah abstrak," kata Demello, "namun ada dampaknya pada kenyataan."
Dunia di sekitar kita penuh dengan hewan-hewan unik. Saat orang merambah masuk ke habitat mereka, maka wajar saja ketika mereka kembali mengambil sumber daya manusia.
Semakin orang memahami dan menghormati alam, maka semakin kecil kemungkinan orang merusaknya.
Meski begitu, alam selalu punya kemampuan untuk membuat orang terkesima. Orang akan mengetahui rasanya lain kali ketika mendengar suara keras dan mematikan di tengah malam, dan membuat bulu kuduk merinding. (bbce/cb/ar)










