KKP Tingkatkan Sinergi Kawasan Budidaya Lestari

Jakarta, (Analisa). Kementerian Kelautan dan Perika­nan (KKP) akan meningkatkan sinergi dalam perencanaan kawasan budidaya berkelanjutan khu­susnya untuk mena­ta infrastruktur lahan tambak tradi­sional di Indonesia.

“Penting bagi KKP menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam men­dorong penataan kawasan perikanan budidaya, yaitu melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang se­cara langsung berdampak pada pe­ning­­katan produktivitas budidaya,” kata Direktur Jenderal Perikanan Bu­didaya KKP, Slamet Soebjakto di Ja­karta, Jumat (14/4).

Menurutnya, tantangan terbesar pe­ngembangan budidaya udang dan ikan, khususnya di kawasan tambak, adalah penuruan kualitas lingkungan yang memicu hama dan penyakit ikan.

Kejadian itu, lanjutnya, salah sa­tu­nya karena dipicu oleh kondisi infra­struktur tambak yang buruk. Sehingga, penting perencanaan untuk penataan kawasan budidaya yang terintegrasi.

Berdasarkan data KKP, potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta hektare dengan total pemanfaatan hing­ga 2015 mencapai 715.846 ha atau baru sekitar 24,14 persen.

Dari data luas lahan yang diman­fa­at­kan tersebut, tambak tradi­sional ma­sih mendominasi dengan tingkat pe­manfaatan lebih dari 60 persen dari to­tal lahan termanfaatkan.

“Tambak tradisional inilah yang bu­tuh penataan karena cenderung memi­liki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klas­ter, akan me­mungkinkan pengelolaan dan penerapan keselamatan hayati de­ngan mudah,” ujarnya.

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Arik Wibowo menyatakan untuk menjawab permasalahan pengelolaan kawasan perikanan budidaya, salah satu program prioritas KKP tahun ini ialah revitalisasi kawasan perikanan budidaya melalui rehabilitasi saluran irigasi tersier untuk tambak udang.

Revitalisasi kawasan perikanan bu­di­daya tahun ini difokuskan di 12 ka­bupaten, yaitu untuk rehabilitasi salu­ran irigasi tersier tambak udang van­namei akan dilakukan di Kabupaten Mamuju Utara, Lampung Timur, dan Kolaka, sedangkan udang windu di Kutai Kartanegara, Pangandaran, dan Kota Tarakan. (Ant)

()

Baca Juga

Rekomendasi