Tanjung Morawa, (Analisa). Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan, Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM) telah membentuk perilaku dan karakter masyarakat. Sehingga mampu memacu pembangunan daerah.
“Saya sangat mengapresiasi kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat Kecamatan Tanjung Morawa dalam mendukung percepatan pembangunan Deliserdang lewat GDSM. Sinergi yang terbangun antara pemerintah didukung pihak swasta dan partisipasi masyarakat ini harus kita pertahankan,” ungkap bupati pada peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Ujung Sedang, Tanjung Morawa, Jumat (31/3).
Kantor desa itu dibangun secara swadaya masyarakat di lahan berukuran 70 meter persegi yang dihibahkan PTPN2 untuk kegiatan sosial pada 2003 silam. Saat itu, bupati juga menyerahkan 200 zak semen untuk mendukung pembangunan kantor tersebut.
Dikatakan, membangun dengan pola kebersamaan dan kegotogroyongan sesungguhnya banyak mebawa manfaat. Di antaranya dapat mendorong percepatan pembangunan, memupuk rasa kesetiakawanan sosial dan rasa memiliki. Karena itu Ashari Tambunan mengajak segenap masyarakat untuk melanjutkan program GDSM yang selama ini menjadi andalan pembangun Deli Serdang. Yang tentu saja sejalan dengan visi-misi pembangunan Deli Serdang yang maju, berdaya saing, religius, dan bersatu dalam kebhinekaan.
Keberadaan kantor desa yang representatif, imbuhnya, tidak hanya akan menambah semangat dan kinerja perangkat desa. Yang terpenting, dengan kantor yang layak akan mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Pelayan kepada masyarakat inilah yang terpenting, apalagi jika kantornya sudah selesai, maka saya harap pelayanan akan lebih optimal.”
Disaksikan anggota DPRD Deliserdang Siswo Hadisuwito, Kepala BKD HMA Yusuf Siregar, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dedy Maswardi, Kadis Kominfo Haris Binar Ginting dan pimpinan SKPD lainnya, Kepala BPBD Zainal Abidin Hutagalung, Camat Tanjung Morawa Timur Tumanggor, muspika, para kades/lurah, dan undangan lainnya, bupati juga menyerahkan akta kelahiran kepada 200 anak, bantuan 14 unit kursi roda bagi warga cacat fisik, bantuan bibit kelapa,bibit duku, benih ikan nila dan lele kepada kelompok tani dan ternak ikan.
Di tempat sama, Kades Ujung Serdang Jenda Inganta Ginting menjelaskan, selama 11 bulan memimpin desa yang berbatas langsung dengan Kota Medan, berbagai kegiatan pembangunan telah dilaksanakan bersama masyarakat. Termasuk membangun kantor desa itu.
“Ini murni swadaya masyarakat yang didukung pemerintah kecamatan. Saya jadi lebih bersemangat, karena selain Pak Camat Timur Tumanggor, paguyuban kades sekecamatan juga mendukung,” katanya.
Pelayanan Masyarakat
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat setempat, Budi Sembiring. Kades dan masyarakat optimis, selesainya kantor itu nantinya akan menjadi sejarah bagi upaya kelancaran pelayanan pemerintahan.
“Kami meyakini, ke depan kebersamaan ini akan terus berkembang dan jadi andalan kita untuk kemajuan bersama.”
Keduanya juga menyampaikan terimakasih kepada pemkab setempat yang terus memberi motivasi bagi kemajuan masyarakat desa, termasuk dengan selesainya proses normalisasi Sungai Batangkuis sepanjang 4 km yang menjadi batas alam antara desa itu dengan Medan, sehingga lahan pembudidayaan ikan di desa tersebut terhindar dari banjir, demikian halnya dengan pengaspalan jalan desa yang mendukung kelancaran transportasi dan roda perekonomian masyarakat.
Saat kunjungan di desa itu, bupati bersama kelompok peternak ikan, berkesempatan memanen ikan emas. Bupati selanjutnya melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Nur Saadah Tanjung Morawa.
Sebelumnya, kunjungan sehari bupati di Tanjung Morawa itu diawali dengan meninjau gotong royong masyarakat serta penanaman bunga di sepanjang jalan menuju Desa Wonosari. Di Dusun 8 Wonosari, bupati memasang batu pertanda dilanjutkannya pembangunan Masjid Al Hilal di desa itu. Kedatangan bupati didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Yunita Ashari Tambunan disambut Kades Wonosari Suparman.
Kepada bupati dan rombongan, Suparman menjelaskan masjid berukuran 16x10 meter yang proses pembangunannya sudah mencapai 30 persen itu, dilaksanakan secara swadaya masyarakat. (rio)











