SEBUAH aplikasi diciptakan untuk membantu mengidentifikasi spesies hewan dengan menganalisis jejak kakinya. Aplikasi itu bisa membaca gambar digital yang ditangkap dari kamera smartphone atau drone.
Software yang disebut ConservationFIT ini dikembangkan peneliti di Duke University dan SAS untuk membantu para ilmuwan memantau dan memetakan spesies yang paling sulit difahami dan terbilang langka di dunia. Siapa pun yang melihat jejak hewan itu dapat mengunggah gambar, meskipun mereka tidak yakin spesies apa yang ditemukannya tersebut.
Sistem ini diluncurkan pada 22 Mei, untuk merayakan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, seperti dilansir dari Phys. “ConservationFIT merupakan alat yang canggih dengan format yang mudah digunakan,” kata peneliti utama di SAS dan anggota di Duke's Nicholas School of the Environment, Zoe Jewell.
“Anda cukup mengambil foto digital dari jejak kaki binatang, mengunggahnya menggunakan protokol online kami, dan gambar Anda akan diunduh untuk analisis, identifikasi, dan masuk ke database pemetaan kami,” katanya.
Menurutnya, data yang terpercaya tentang jumlah distribusi spesies sangat penting untuk konservasi satwa liar. Namun hal tersebut tak mudah untuk dikumpulkan, terutama untuk spesies yang sulit dipahami dan hampir punah.
"Melihat jejak kaki hewan ini jauh lebih mudah daripada menemukan hewan itu sendiri. ConservationFIT memungkinkan kita menjangkau jutaan orang di seluruh dunia yang membawa smartphone atau drone, untuk mendapatkan bantuan dalam mengumpulkan data ini," terangnya. (Okz)










