Satu dari Sepuluh Pembunuh Berantai

Jack The Ripper Masih Belum Tertangkap

POLISI bertugas menjaga kea­manan masyarakat serta me­nangkap penjahat. Menangkap pelaku keja­hatan, terlebih dahulu harus ada korban yang melapor dan bukti serta saksi, barulah polisi ber­gerak.

Menangkap pelaku kejahatan juga tidak mudah. Bila penja­hatnya cerdik, bisa saja polisi dikelabui. Seperti para pem­bunuh berantai ini, mereka begitu cer­dik, sehingga membuat polisi kesu­litan membekuk mereka. Berikut para pem­bunuh berantai yang hingga sekarang masih belum berhasil ditangkap:

1. Charlie Chop-off

Sebenarnya, Charlie Chop-off ha­nya­lah nama julukan yang disematkan orang-orang dan polisi untuk pembunuh ber­darah dingin yang merajalela di Ame­rika Serikat (AS) pada 1972 sampai 1974.

Dirinya diketahui telah mem­bu­nuh sebanyaknya tiga anak kulit hitam dan satu orang anak asal Puerto Rico di Manhattan. Semua korban Charlie Chop-off kebanyakan adalah anak laki-laki. Korban dari Charlie Chop-off biasanya dimutilasi. Tak ada satupun tersangka pasti tentang siapa sebenarnya Charlie Chop-off.

Meski begitu, polisi mencu­rigai satu orang bernama Erno Soto. Erno Soto mengaku bahwa dirinya membunuh salah satu korban. Akhirnya, dirinya dinya­takan tak pantas menjalani hu­kuman dikare­na­kan memiliki masalah kejiwaan.

2. Zodiac Killer

Di antara semua pembunuh berantai yang meneror Amerika, tidak ada yang tak kenal dengan Zodiac Killer. Nama Zodiac Killer adalah julukan yang dibe­rikan sendiri sang pembunuh.

Dia begitu terkenal karena setiap kali sebelum beraksi, dia selalu memberikan sejumlah kode atau teka-teki perihal siapa korban selanjutnya. Teka-teki yang dia berikan kepada media dan polisi begitu sulit dimengerti dan dilacak.

Zodiac Killer beraksi di akhir 1960-an sampai awal 1970an. Beraksi paling banyak di Northern California, sampai se­ka­rang, tak ada petunjuk yang bisa mem­bantu untuk menebak serta menangkap sang pelaku.

Polisi memang menemukan beberapa orang yang dicurigai se­­ba­gai pelaku, na­mun kurangnya bukti-bukti sehingga pe­laku sebe­narnya tak bisa ditangkap.

3. Bible John

Sepanjang sejarah kriminal di Skot­lan­dia, terdapat satu orang pembunuh yang begitu ingin di­tangkap polisi, namun hingga se­karang, pembunuh tersebut belum tertangkap.

Dan kasusnya hingga kini masih men­jadi misteri. Pembunuh yang dimaksud adalah Bible John. Pembunuh ini aktif di Skotlandia antara tahun 1968 sampai 1969. Selama satu tahun beraksi, tiga orang menjadi korbannya. Ketiga korbannya adalah wanita dengan rentang umur antara 25 sampai 32 tahun.

Semuanya memiliki rambut coklat dan diketahui pernah bertemu dengan pelaku di Barrow­land Ballroom, sebuah tempat musik dan dansa di Skotlandia. Di setiap aksinya, Bible John selalu meninggalkan pesan yang dikutip dari Alkitab.

4. Jack The Ripper

Dijuluki pembunuh paling legendari di London, Inggris. Sia­pa pelaku dan siapa saja relasinya, polisi hingga kini masih belum mengetahui dengan jelas.

Dialah Jack The Ripper atau biasa dise­but juga dengan The Whitecapel Mur­derer atau Lea­ther Apron. Kebanyakan korban dari Jack The Ripper adalah wanita yang bekerja sebagai wanita panggilan.

Pada 1888, sebanyak lima wanita pang­gi­lan dibunuh Jack The Ripper. Banyak ru­mor se­putar siapa sebenarnya Jack The Ripper, namun polisi saat itu tidak mau bertindak sembarangan.

Salah menangkap pelaku, maka bukan hanya nama polisi menjadi jelek, ada ke­mungkinan Jack The Ripper akan me­nam­bah korbannya lebih banyak lagi.

Menurut analisa polisi, Jack The Ripper adalah seorang dokter, mengingat or­gan dalam tubuh dari korbannya diambil dengan cara dipotong. Potongan yang dila­ku­kan sangat rapih, seperti dokter bedah.

5. The Axeman

Anda tentunya sudah bisa menebak kenapa pembunuh ini dinamakan dengan nama The Axeman. Sesuai dengan nama­nya The Axeman atau si kapak, pembunuh satu ini sangat terke­nal karena selalu membunuh kor­bannya secara keji, menggunakan senjata kapak. Pada 1918 sampai 1919 adalah masa-masa aktif dari The Axeman.

The Axeman of New Orleans adalah pem­bunuh sadis yang beraksi di New Orleans, Louisia­na. Aktif dari Mei 1918 sam­pai Oktober 1919. Sebanyak 12 pria dan wanita telah ia bunuh dengan brutal menggunakan kapak.

The Axeman pernah mengi­rimkan su­rat yang bertuliskan, bahwa ia tidak akan membunuh penghuni rumah yang ru­mahnya memutar musik jazz dengan ke­ras. Siapa The Axeman tidak pernah dike­tahui hingga seka­rang.

6. Long Island Serial Killer

Apapun nama­nya, satu yang pasti, Long Island Serial Killer adalah orang yang bertanggung jawab atas 16 kasus pembunuhan yang terjadi di New York. Mayat korban dibuang oleh pelaku di Ocean Parkway, dekat dengan pulau terpencil, Long Island, New York.

Selama lebih 20 tahun, polisi masih kebingungan mengung­kap siapa pelaku sebenarnya. Long Island Killer beraksi pada 1996, Desember 2010, sebanyak empat korban berhasil ditemukan, enam mayat kemu­dian ditemukan di Maret dan April 2011.

Polisi mencurigai satu orang pria yang diduga sebagai pelaku, dia adalah Shannan Gilbert. Tapi karena kurangnya bukti, Shannan Gilbert tetap bebas.

7. The Cleveland Torso Mur­derer

Pada 1930-an, di Amerika terdapat satu pembunuh sadis bernama The Cleveland Torso Murderer atau yang dikenal juga nama Mad Butcher of Kingsbury Run. The Cleveland Torso Murde­rer banyak beraksi di wilayah Cleveland, Ohio. Siapa identitas si pembunuh, polisi masih tak tahu sampai sekarang.

The Cleveland Torso murde­rer sangat sadis. Sebanyak 12 sampai 15, pria dan wanita, men­jadi korban kekejamannya. Mayat korbannya dipotong-potong dan bagian tubuhnya disebar di se­luruh Ohio. Potongan yang dilaku­kan olehnya begitu buruk dan asal-asalan, membuat polisi kesulitan mengidentifikasi korbannya.

8. The Moonlight Mur­derer/

Phantom Killer

The Texarkana Moonlight Murders, Phantom Killer atau The Moonlight Murderer adalah sebutan yang diberikan media Amerika pada pembunuh berda­rah dingin yang beraksi pada 1946.

Dalam waktu 10 minggu, sang pem­bunuh diyakini sebagai pelaku penyera­ngan terhadap delapan orang. Lima di antaranya mati dibunuh.

Beraksi di Texarkana, Phan­tom Killer beraksi mulai 22 Februari 1946 sampai 3 Mei 1946. Meski reltif singkat, sang pem­bu­nuh berhasil menciptakan teror bagi warga Texarkana.

Meski sudah ada korban jiwa yang jatuh, polisi masih keku­rangan bukti untuk menangkap sang pembunuh. Hingga seka­rang, siapa identitas Phantom Killer masih misteri.

9. West Mesa Bone Collector

Sebanyak 11 orang yang telah menjadi korban dari pembunuh berdarah dingin, West Mesa Bone Collector. Mayoritas korbannya adalah wanita pekerja seks ko­mersil dan pengguna narkoba yang berusia antara 15 dan 32 tahun.

Menurut laporan polisi, para korban wanita dari West Mesa Bone Collector telah dilaporkan hilang sejak tahun 2001 sampai 2005.

Pada 2009 barulah polisi berhasil me­nemukan mayat dari 11 korban pem­bu­nuhan West Mesa Bone Collector.

Semua mayat tersebut ditemu­kan di gu­run yang terletak di West Mesa Al­bu­querque, New Mexico, Ame­rika. Tak ada satupun orang yang dicurigai sebagai pelaku pembu­nuhan sehingga kasus tak pernah terselesaikan.

10. The Atlanta Ripper

Tak ada bukti-bukti yang me­nunjukkan identitas si pembunuh, maka sulit bagi polisi untuk me­nangkap pelaku pembu­nuhan yang dijuluki The Atlanta River.

Dinamakan The Atlanta River karena sang pembunuh membu­nuh korban yang mayoritas adalah wanita yang tinggal di Atlanta, Amerika Serikat.

The Atlanta River berraksi pada tahun 1911. Saat itu, dike­tahui sebanyak 15 orang wanita dibunuh di Atlanta. Dise­lidiki lebih jauh, pelaku yang membunuh 15 orang wanita tersebut adalah pria yang sama. Polisi menemukan enam orang yang diduga sebagai pelaku, namun kurangnya keya­kinan membuat polisi enggan bergerak. (tpc/trc/bfc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi