Medan, (Analisa). Pereli asal Pematang Siantar, Guntargen Sintra dinobatkan sebagai juara umum rangkaian seri kejuaraan Billaz Sprint Rally 2018 setelah menjuarai seri ketiga yang merupakan penutup kejuaraan ini di sirkuit multi fungsi Jalan Pancing Medan, Minggu (30/9).
Guntargen yang turun atas nama tim Lezaato dan memacu Subaru menjuarai seri penutup yang berlangsung di lintasan aspal setelah mencatat waktu tercepat.
Meski berhasil menyabet gelar bergengsi dalam event ini, tak membuat pereli yang sudah aktif berkarir sejak era seri reli dunia WRC di Sumut era tahun 90-an, menjadi jumawa, tapi ia dan tetap memilih bersikap low profile seperti biasanya.
Ia tetap merendah saat ditemui usai penobatannya sebagai juara umum. "Mungkin karena saya ikut ketiga seri Billaz Sprint Rally, jadi poin saya lebih unggul dari peserta lainnya," katanya.
Tak ada persiapan khusus menghadapi event ini, tambah Guntargen.
Namun, Guntargen mengakui mampu beradaptasi dalam lintasan aspal, dari biasanya di lintasan gravel.
Persaingan di sirkuit multi fungsi berbeda dengan dua seri sebelumnya di taman Alamta Jaya Kutalimbaru di lintasan gravel.
Guntargen yang dalam seri ketiga berpasangan dengan navigator Tomi, mengatakan suksesnya tak terlepas partnernya Said Yusuf yang menjadi navigator pada seri pertama dan kedua. “Said Yusuf berhalangan tampil karena kesibukan tugasnya,” ujar Guntar.
Dengan keberhasilan dalam seri Billaz Sprint Rally menjadi dorongan semangat baginya untuk mengukir prestasi dalam Kejurnas Reli yang akan berlangsung di Sumut pada akhir tahun 2018. (fp)










