Patung Kontroversial di Dunia

PATUNG merupakan salah satu karya seni yang dalam pembuatannya mem­bu­tuhkan sebuah ketelatenan. Bahkan tak jarang juga biaya besar dibutuh­kan untuk menyelesaikan satu patung saja. Seperti pembuatan beberapa patung berikut ini.

Namun sayangnya, patung-patung ter­sebut penuh dengan kon­troversi setelah melalui ba­nyak proses hingga pada tahap pe­resmian. Berikut beberapa patung yang penuh dengan kontro­versi:

1. Him

Him adalah patung Adolf Hitler yang tengah berlutut sambil berdoa. Pada 2012, Maurizio Cattelan, sang pembuat patung tersebut menampilkannya di bekas ghetto di Warsawa, Polan­dia.

Dari sinilah kontroversi terjadi. Diper­kirakan 300.000 orang Yahudi meninggal di Warsawa karena Nazi pada Perang Du­nia II. Orang-orang Yahudi di tempat itu menganggap patung pemimpin Nazi tersebut sebagai penghinaan bagi mereka.

2. Replika Kristus sang Penebus

Patung setinggi 37 meter yang berada di Lima, Peru, ini dibuat atas perintah presiden Peru, Alan Garcia, pada 2011 sebagai hadiah pribadi untuk rakyat Peru. Selain dana pribadi Presiden Garcia, ada sumbangan juga dari perusahaan rekayasa yang berbasis di Brasil, Odebrecht dalam pembuatan patung Kristus.

Garcia menyumbang 100.000 sol Peru, sementara Odebrecht menambahkan $ 830.000. Namun patung itu mendapat kri­tikan dari banyak pihak karena be­sar­nya dana untuk proses pembuatannya.

Augusto Ortiz de Zevallos, seorang ar­sitek terkenal di negara tersebut meng­anggap bahwa pembuatan patung tersebut terlalu berlebihan dan otoriter.

3. Patung Petra

Pada 2011, seniman sekaligus pema­tung, Marcel Walldorf, me­ngundang kon­troversi di Dresden, Jerman, setelah dia memperke­nalkan Petra, patung seorang po­­lisi wanita (polwan) yang sedang kencing.

Patung polisi wanita itu tengah mem­bungkuk, di lantai terlihat ada genangan yang terbuat dari gelatin untuk mere­pli­kasi urinnya. Kontroversi dimulai ketika patung tersebut ditampilkan di Akademi Seni Rupa. Para kritikus mengata­kan bah­wa itu merupakan peng­hinaan ter­hadap semua petugas polisi wanita.

4. Patung Kesatuan

Patung Kesatuan yang diba­ngun di India ini memiliki tinggi 182 meter, se­hingga akan menja­di­kannya sebagai pa­tung tertinggi di dunia.

Banyak yang mengkritik pa­tung terse­but karena biaya pem­buatannya sebesar £ 200 juta, serta dikhawatirkan bahwa pa­tung tersebut mengandung unsur po­litik.

Para kritikus juga mengatakan jika biaya pembuatan patung itu akan lebih baik dihabiskan untuk membantu jutaan rakyat miskin India. Mereka mencurigai bahwa Narendra Modi, yang menugas­kan dalam pembuatan patung itu, me­miliki misi politik di dalamnya.

5. Patung Karl Marx

Karl Marx sendiri merupakan pendiri Komunisme. Teori politik­nya masih di­pe­lajari di negara-negara berpaham ko­munis seperti Tiongkok, yang disebut dengan Marxisme. Keduanya dibenci di negara Barat. Sehingga tak heran jika patung se­tinggi 4,5 meter itu menimbu­lkan kon­tro­versi di kota Trier, Jerman. Terlebih setelah ter­ung­­kap fakta bahwa patung tersebut me­rupakan hadiah dari negara China.

6. Patung Blue Mustang

Blue Mustang merupakan patung kuda berwarna biru yang memiliki tinggi 9,8 meter, dan terletak di luar Bandara Inter­nasional Denver. Mata merah pa­da kuda terse­but­lah yang kemudian menim­bulkan kontroversi. Beberapa orang berkeya­ki­nan jika itu akan memiliki niat jahat dan tidak enak dipandang.

Benar saja, sang pe­ma­tung, Luis Jime­nez, yang ditugaskan untuk membuat pa­tung tersebut pada 1993, akhirnya me­ninggal pada 2006 sebelum menyele­saikan pekerjaannya. Sehingga diteruskan anak-anaknya sampai tahap peresmian. Banyak kritikus yang menyarankan agar patung itu dipindahkan, namun pihak berwenang tetap membiarkan­nya.

7. Patung J. Marion Sims

J. Marion Sims dianggap se­bagai bapak ginekologi modern. Pada 1840-an, dia merancang pengobatan untuk fistula vesiko­vaginal (VVF). Selain mengobati VVF, Sims juga mendirikan rumah sakit pertama bagi wanita di New York.

Sims menjadi sosok yang sangat kon­troversial di kalangan wanita setelah dia menguji pe­rempuan kulit hitam untuk ba­nyak eksperimennya. Untuk karya-ka­ryanya, dibuatlah patung dirinya di Central Park. Sejak 1959 telah menjadi kon­troversi, patung tersebut akhirnya diro­boh­kan pada April 2018 menyusul se­rangkaian aksi protes.

8. Brown Dog Statue, Inggris

Patung kontroversial selan­jutnya ada di Inggris, tepatnya di Taman Battersea, London. Seki­las bentuknya cukup normal dan tidak begitu spesial, karena ber­bentuk anjing.

Namun bukan sembarang anjing, kisah di baliknya lah yang menjadikan monu­men ini kontro­versial. Monumen anjing di Taman Battersea didirikan untuk mem­pe­ringati keberhasilan percobaan ilmiah medis yang dilakukan langsung kepada makhluk hidup.

Sayang, di era 1903-1910 per­cobaan ke­pada makhluk hidup mendapat perten­tangan dari banyak pihak. Para mahasiswa kedokteran di era itu pun menghancurkan pa­tung tersebut pada 1910. Patung anjing berwarna coklat ini akhir­nya didirikan kembali pada 1985. (listvc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi