Oleh: Dr. Agus Priyatno, M.Sn
PELUKIS muda di Sumatera Utara, termasuk Medan, cukup banyak yang potensial. Mereka kreatif dan memiliki kemampuan teknis melukis sangat baik. Tidak semua dari mereka yang berbakat unggul itu menekuni profesi sebagai pelukis. Hanya beberapa dari mereka yang menempuh jalan menjadi pelukis profesional. Potensi-potensi kreatif dalam penciptaan seni rupa itu sebagian gugur sebelum berkembang.
Ada banyak hal mengapa bakat-bakat itu tidak diteruskan, ditumbuhkan dan dijadikan profesi. Memilih hidup sebagai pelukis profesional memang tidak mudah di kota besar yang kering dengan aktivitas senirupa ini. Kolektor lukisan juga tidak banyak, lukisan belum dianggap sebagai pemberi keuntungan bila dijual lagi.
Ibaratnya seperti tanah tandus, tidak mungkin tumbuh benih tanaman dengan baik. Demikian juga dengan kota ini, tidak mendukung tumbuh suburnya bakat-bakat para pelukis muda. Bakat-bakat kreatif itu mengering dan mati seperti tanaman kekurangan air.
Nama sejumlah pelukis muda berbakat unggul di kota ini bisa disebut. Mereka di antaranya Hareanto Pasaribu Simatupang, Ahmad Subhan, Popi Andri Harahap, Budiami, Dai Lubis, Achy Askwana. Pelukis muda wanita diantaranya Sheila Mahal, Miranda Mustika, Fitri Evita dan masih banyak lagi.
Hareanto merupakan pelukis muda berprestasi, juara kompetisi senilukis tingkat nasional dalam event Basoeki Abdullah Art Award. Miranda Mustika, juara nasional terbaik kedua dalam lomba kaligrafi kontemporer. Keduanya alumni senirupa Universitas Negeri Medan.
Prestasi mereka di tingkat nasional sudah menjelaskan bagaimana tingkat kualitas karya mereka. Sumatera Utara memiliki cukup banyak pelukis muda berbakat unggul. Sejarah senilukis dari daerah inipun gemilang.
Tercatat sejumlah nama pelukis tingkat nasional yang sangat berpengaruh dalam perkembangan sernilukis Indonesia. Sudjojono, Tino Sidin, Daud Yusuf, Batara Lubis, merupakan pelukis dari daerah ini. Nama mereka gemilang di kancah nasional.
Para pelukis muda di kota ini, bisa melihat bagimana senior mereka berkiprah. Dari sejarah masa lalu maupun para pelukis yang masih aktif sekarang. Pelukis Yatim Mustofa, Andi Ian Surya, Didi Prihadi, Bambang Triyogo, Sunoto HS, dan masih banyak lainnya. Mereka bertahan menjalani profesi sebagai pelukis profesional.
Sejumlah daerah di Indonesia, terutama Jawa dan Bali, para pelukis muda terdorong menjadi pelukis profesioal karena adanya banyak dukungan. Diselenggarakan berbagai kompetisi senilukis berhadiah besar, hingga ratusan juta rupiah sepanjang tahun. Festival seni dengan hadiah yang juga sangat menggiurkan para pelukis.
Pameran-pameran setiap tahun dengan pemilihan karya terbaik. Pemberian penghargaan kepada para pelukis oleh instansi pemerintah. Banyaknya kolektor lukisan yang berani membeli dengan harga tinggi. Hal-hal tersebut menumbuhkan bakat-bakat unggul para pelukis muda, mereka berkembang dengan baik.
Pelukis, pengusaha, akademisi, dan pemerintah bersinergi menyuburkan lahan bagi tumbuh dan berkembangnya bakat-bakat pelukis muda. Para pelukis muda dari daerah ini dengan bakat unggulnya juga akan berkembang tidak kalah dari daerah lain jika memiliki dukungan serupa.
Dunia kreativitas adalahh dunia masa depan. Profesi seniman, termasuk pelukis, tidak akan punah sepanjang manusia membutuhkan keindahan. Tidak seperti profesi lainnya, yang hilang karena perkembangan teknologi.
Para pelukis muda berjiwa mandiri, mereka hanya perlu lahan subur bagi pengembangan bakat mereka. Semua tergantung dari kepedulian kita semua untuk menyinergikan berbagai unsur dalam masyarakat.
Memunculkan kolektor lukisan, menyelenggarakan kompetisi berhadiah besar. Memilih karya terbaik untuk diberi penghargaan, merupakan beberapa cara untuk menyuburkan lahan bagi perkembangan bakat para pelukis muda. Sayang sekali jika bakat-bakat unggul dari daerah ini layu sebelum berkembang karena ketidakpedulian kita semua.
Penulis dosen seni rupa FBS Unimed dan pengelola Pusat Dokumentasi Seni Rupa Sumatera Utara.
Pelukis muda Budiami sedang berkarya.

Lukisan karya Hareanto Pasaribu Simatupang.
Keterangan Gambar Foto-foto milik para pelukis.











