Sepuluh Spion Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

SPION adalah orang yg ber­usa­ha mendapatkan keterangan se­cara rahasia, terutama rahasia mi­liter negara lain. Beberapa di an­ta­ranya merupakan inspirasi bagi to­koh fiksi, James Bond.

Seorang mata-mata atau agen ganda lebih dikenal oleh orang bia­sa melalui literatur dan film. Na­mun di dunia nyata, kehidupan dan pekerjaan mereka jauh lebih rumit, menarik dan berbahaya daripada rekan fiktif mereka.

Mata-mata sangat penting bagi ne­gara-negara yang saling ber­ta­rung. Banyak dari mereka mela­ku­kan pekerjaan untuk mendapat­kan uang sementara yang lain dido­rong rasa patrio­tisme. Layaknya pahlawan dan penjahat pada saat bersamaan, berikut10 mata-mata paling terkenal dalam sejarah dikutip dari laman wonderlist.com:

1. Richard Sorge

Orang satu ini merupakan mata-mata paling terkenal dalam sejarah dan salah satu mata-mata ikonik pernah ada, yang bertindak sebagai mata-mata Uni Soviet selama Perang Dunia Kedua.

Dia mulai bekerja sebagai agen intelijen di tahun 1920-an dan membuat Jepang sebagai tem­pat mangkalnya. Dia menge­tahui ren­cana Jerman dan Jepang terkait Uni Soviet, lalu memberi tahu mereka.

Sorge ditangkap oleh orang Je­pang pada tahun 1941 dan diek­se­kusi. Pada tahun 1964, negara ko­munis tersebut secara anumerta meng­hormatinya de­ngan gelar Hero of the Soviet Union.

2. SidneyReilly

Dikenal sebagai 'Ace of Spies', Sidney Reilly lahir sebagai Sig­mund Georgievich Rosenblum di Rusia. Dia bertindak sebagai spion untuk beberapa negara dan men­jalani kehidupan yang boros.

Dia terkenal dengan rencana­nya untuk membunuh pemimpin Soviet Lenin. Meski rencananya gagal, dia berhasil lolos dengan kecemerlangan.

Reilly tidak seberuntung saat dia mencoba menggulingkan pe­me­rintah Soviet pada tahun 1925. Dia ditangkap oleh Soviet dan dieksekusi. Seperti Popov, Reilly juga dikatakan sebagai inspirasi di balik tokoh fiksi mata-mata ter­kenal, James Bond.

3. The Cambridge Five

Cambridge Five adalah seke­lompok mata-mata Soviet yang bekerja di dinas rahasia Inggris selama Perang Dunia Kedua. Nama kelompok mereka berasal dari fakta bahwa mereka semua menjadi Marxis saat belajar di Cambridge.

Paling populer di antara mereka adalah Kim Philby yang menye­diakan Soviet dengan rincian mata-mata Amerika dan Ing­gris, yang meng­aki­bat­kan kematian banyak dari mereka.

Anggota kelompok lainnya adalah Donald Duart Maclean, Guy Burgess dan Anthony Blunt semen­tara yang terakhir tidak pernah teridentifikasi.

4. Aldrich Ames

Aldrich Ames ada­lah seorang petugas CIA yang bekerja untuk Uni Soviet selama Perang Dingin. Dia mendekati KGB dengan bekal informasi untuk mendapat imbal­an uang, yang dia rasa kurang ka­rena gaya hidupnya yang boros.

Ames menyediakan KGB de­ngan identitas mata-mata CIA yang bekerja di Uni Soviet, ber­jumlah sekitar seratus orang. CIA melihat hilangnya pangkat me­reka dan Ames ditemukan ber­tanggung ja­wab dalam penye­lidikan lebih lan­jut. Dia ditangkap dan diberi hu­kuman seumur hidup.

5. The Rosenbergs

Julius dan Ethel Rosenberg juga merupakan salah satu mata-mata terkenal dalam sejarah. Mereka ada­lah keturunan Ko­munis Ame­ri­ka yang bekerja untuk agen raha­sia Soviet KGB dan dikenal karena menyerahkan rahasia nuklir ke Uni Soviet.

Julius bergabung dengan KGB pada tahun 1942 dan merupakan sa­lah satu mata-mata peringkat te­ra­tas mereka.

Dia juga merekrut banyak orang lain ke agen­si, me­nyam­pai­kan in­formasi mengenai penelitian ae­ro­nautika dan nuklir Amerika ke KGB, bersama de­ngan istri dan sau­dara laki-lakinya Sersan David Greenglass.

Namun, Greenglass mengaku me­lakukan tindakan spionase yang menyebabkan penangkapan The Rosenbergs. Mereka diekse­kusi pada tahun 1953.

6. Mata hari

Salah satu spion yang terkenal dalam sejarah adalah Mata Hari, seorang penari eksotis dan pelacur kelas atas di Paris. Mata Hari di­ang­gap sebagai ratu mata-mata.

Lahir di Belanda sebagai Mar­garetha Geertruida Zelle Mac­Leod. Ke­hadiran permanennya di pe­nga­dilan kelas atas yang me­mung­kin­kan memperoleh infor­masi berharga.

Pada tahun 1917, intelijen Pran­cis mengetahui bahwa dia bekerja sebagai mata-mata Jer­man selama Perang Dunia I dari pesan yang disadap. Dia pun di­tangkap dan dieksekusi.

7. Klaus Fuchs

Lahir di Jerman, Klaus Fuchs ter­kenal karena memberikan in­formasi tentang Proyek Man­hattan ke Uni Soviet.

Dia awalnya bekerja di proyek Ing­gris untuk mengembangkan bom atom, kemudian bergabung dengan Proyek Manhattan seba­gai mata-mata. Pada tahun 1950, dia ditangkap dan dijatuhi hu­kuman. Dia kemudian memberi­kan infor­masi berharga kepada intelijen Inggris.

8. Dusan Popov

Banyak yang masih percaya bahwa Popov adalah inspirasi se­sung­guhnya bagi Ian Fleming un­tuk menciptakan James Bond. Ada beberapa kesamaan antara keduanya.

Lahir di Serbia, Popov bekerja un­tuk MI16 selama Perang Dunia Ke­dua. Menurut cerita, dia telah mem­peringatkan FBI tentang sera­ngan Jepang ke Pearl Harbor tapi hal itu diabaikan. Popov meninggal pada tahun 1968.

9. Nathan Hale

"Saya hanya menyesal jika saya mengalami satu kehilangan kecuali untuk negara saya," kata-kata terke­nal ini dikutip dari Na­than Hale, yang dikenal sebagai mata-mata Amerika pertama, tepat sebelum eksekusi.

Hale adalah seorang kapten di Angkatan Darat Kontinental sela­ma Perang Revolusi Amerika. Dia pergi untuk misi pengum­pulan inte­lijen, menyamar seba­gai seorang guru, namun ketahuan oleh tentara Ing­gris. Dia dinyata­kan bersalah dan digantung di usianya 21 tahun.

10. Isabella Boyd

Dikenal sebagai Belle Boyd, Isabella Boyd adalah mata-mata bagi tentara Konfederasi selama perang saudara Amerika.

Dia menjadikan hotel ayah­nya se­bagai basis operasi dan te­rus me­la­yani Konfederasi sam­pai keka­sih­nya sendiri menyerah­kannya. Dia merasa terhormat dengan Sout­hern Cross of Honor atas kontri­businya.

Boyd ditangkap pada tahun 1862 dan menghabiskan satu bu­lan di pen­jara. Setelah dibebas­kan, dia be­rangkat ke Inggris untuk meng­ha­biskan beberapa waktu sebelum kembali. Boyd mening­gal pada ta­hun 1900. (wndlist/listvc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi