Pesta Adat Marga Boangmanalu Meriah

Pakpak Bharat, (Analisa). Syukuran pesta adat Mendeggur Uruk marga Boangmanalu yang dilaksanakan di Kuta Payung Desa Boangmanalu, Jalan Sikadang Njanji Salak, Selasa (24/7) Salak berlangsung meriah.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi dihadiri ratusan keturunan marga Boangmanalu yang datang dari seluruh pelosok tanah air ini juga dihadiri Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu bersama ketua dan pimpinan DPRD Pakpak Bharat beserta seluruh pimpinan OPD.

Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini dapat memperkokoh hubungan silaturahmi dan keluarga, tidak hanya di kalangan marga Boangmanalu, namun juga bagi seluruh marga yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat,” ujarnya.

“Pesta Budaya Pakpak yang dilaksanakan hari ini, merupakan bagian dan komitmen kita bersama untuk menyuburkan budaya yang kita miliki. Setiap budaya mampu menjadi perekat yang kuat, bukan saja antaranggota sebuah komunitas, tetapi juga dengan kelompok masyarakat lainnya,” jelas Remigo.

Menurut Remigo, Marga Boangmanalu merupakan bagian dari komponen masya­rakat di Kabupaten Pakpak Bharat khususnya Kecamatan Salak maka dari itu dibutuhkan kerja sama yang baik untuk membangun Kabupaten Pakpak Bharat.

"Keberhasilan dan suksesnya pem­bangunan di Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan dapat terwujud, apabila tidak didukung adanya rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan di antara seluruh lapisan masya­rakat,” katanya.

“Mari kita bersatu padu, hilangkan cian ate (rasa iri) sehingga Suku Pakpak yang mendominasi di Kabupaten Pakpak Bharat bisa selevel dengan suku-suku lain yang ada di Indonesia,” katanya.

Dalam acara itu juga dilakukan pengu­kuhan Pengurus Sulang Silima Marga Boangmanalu. Upacara Mendeggur Uruk merupakan salah satu upacara yang dapat dikategorikan sebagai upacara di sekitar perkampungan, yaitu upacara yang dilakukan sebagai permohonan kepada Tuhan untuk selalu diberkati dan dijauhkan dari bahaya. Pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini adalah masyarakat kuta, pertaki, sukut, si baso, persinabul, pemukul gendang, pelayan (perkebas), juga harus melibatkan unsur sulang si lima, yaitu  sinina, berru dan puang. (brt)

()

Baca Juga

Rekomendasi