DARI peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan lebih 240.000 orang, kita dapat menyimpulkan betapa bahayanya rudal nuklir yang dimiliki negara-negara adidaya sekarang.
Dari 1945 sampai runtuhnya Uni Soviet pada 1991, dunia mengalami Perang Dingin. Selama waktu itu, AS dan Uni Soviet menciptakan ribuan nuklir yang berkisar dari yang terkecil sampai terbesar, Inter-Continental Ballistic Missiles (ICBM) dan Submarine Launched Ballistic Missiles (SLBM)
Perjanjian-perjanjian pun dikeluarkan untuk membatasi jumlah senjata yang dimiliki suatu negara. Namun, kenyataannya beberapa negara masih memiliki gudang besar berisikan senjata berbahaya.
Hal ini tentu bisa menciptakan ketakutan akan perlombaan senjata baru. Dari penjelasan di atas, perkembangan nuklir semakin pesat yang berarti daya ledak nuklir tersebut sangat dahsyat. Berikut beberapa rudal nuklir paling berbahaya dengan daya ledak yang sangat dahsyat:
1. R-36M2 – ICBM
(Uni Soviet/Rusia)
Pertama digunakan pada 1974, R-36 telah mengalami beberapa perubahan yang pada satu waktu rudal ini dilaporkan mampu membawa hulu ledak dengan kekuatan 20-25mt.
Perkembangan terakhir dari rudal R-36M2 memiliki 10 750kt hulu ledak dengan jangkauan sekitar 11.000 km. Kecepatan tertinggi rudal ini mencapai 8 km per detik dan CEP skeitar 200 m.
2. LGM-30G Minuteman
III – ICBM (AS)
Ini adalah satu-satunya rudal nuklir yang berbasis ICBM yang dimiliki oleh AS. Pertama digunakan pada tahun 1970.
Kecepatan rudal ini bisa mencapai 8 km per detik dan CEP di bawah 200 m. Meskipun sudah tua, tapi rudal ini tetap tangguh hingga mampu membawa tiga hulu ledak.
3. UGM-133 Trident
II – SLBM (AS/Inggris)
Trident II merupakan SLBM kekuatan kapal selam milik AS dan Inggris. Rudal ini mulai beroperasi pada tahun 1990 dan sekarang sudah diperbaharui dan ditingkatkan. Trident II mampu membawa 14 hulu ledak, namun beberapa keputusan membuat rudal ini hanya mampu membawa 4-5 455kt hulu ledak. Jangkauan rudal ini bervariasi yaitu 7.800-11.000 km serta CEP 120 m.
4. RT-2UTTKh Topol-
M – ICBM (Rusia)
Dikenal sebagai SS-27 oleh Nato, Topol-M memasuki Rusia pada 1997. Rudal ini dipersenjatai dengan hulu ledak 800kt tunggal tetapi dapat dilengkapi sampai 6 hulu ledak. Kecepatan tertinggi model rudal ini yaitu 7,3 km per detik dan CEP sekitar 200 m.
5. DF-31/31A
–ICBM (Tiongkok)
Dong Feng 31 adalah seri silo berbasis ICBM yang digunakan Tiongkok sejak tahun 2006. Model asli dari rudal ini mampu membawa hulu ledak sebesar 1 megaton dan memiliki jangkauan 8.000 km. CEP rudal ini dilaporkan sekitar 300 meter.
Sedangkan 31A ditingkatkan memiliki tiga 150kt hulu ledak dan nuklir itu mampu mendarat pada target lebih dari 11.000 km dengan CEP sekitar 150 meter.
6. RS-24 Yars
– ICBM (Rusia)
Rudal ini terkait dengan Topol-M, tetapi bisa membawa 150-300kt hulu ledak dan dilaporkan memiliki CEP sekitar 50m. Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Topo-M, Yars juga dapat mengubah arah ketika sedang dalam penerbangan.
7. RSM-56 Bulava
–SLBM (Rusia)
Dalam hal SLBM, Uni Soviet dan Rusia agak jauh di belakang AS dari segi kinerja dan kemampuan. Bulava saat ini dipersenjatai dengan enam 150kt hulu ledak, meskipun menurut laporan sebenarnya mampu membawa sampai 10 hulu ledak. Jangkauan rudal nuklir ini yaitu sekitar 8.000 km dan CEP yang relatif tinggi 300-350 m.
8. R29RMU2 Layner
–SLBM (Rusia)
SLBM terbaru milik Rusia, Layner mulai beroperasi pada tahun 2014. Rudal ini lebih efektif dibandingkan dengan rudal versi sebelumnya, R-29RMI Sineva. Layner memiliki jangkauan 11.000 km dan dapat mengangkut maksimal dua belas hulu ledak – kemungkinan 100kt untuk masing-masing hulu ledak.
9. DF-5/5A – ICBM (China)
DF-5 mulai beroperasi pada 1981 dan mampu mengirimkan pesan kepada musuh bahwa Tiongkok tidak merencanakan serangan tetapi memastikan akan menghancurkan siapa saja yang berani menyerang rudal ini.
Rudal ini mampu membawa hulu ledak dengan kekuatan 5mt dan jangkauan lebih 12.000 km. Selain itu DF-5 memiliki CEP sekitar 1 km yang berarti memiliki satu kemampuan untuk meratakan satu kota.
10. M51 – SLBM (Prancis)
Di belakang AS dan Rusia, Prancis menyebarkan senjata nuklir terbesar ketiga di dunia. Selain bom nuklir dan rudal cruise, Prancis mengandalkan Submarine Launched Ballistic Missiles (SLBM) untuk memberikan penangkalan nuklir utamanya. M51 memiliki komponen-komponen yang paling modern. Rudal M51 memiliki jangkauan sekitar 10.000 km dan dilaporkan mampu membawa 6 hingga 10 hulu ledak 100kt per rudal. Rudal Circular Error Probability (CEP) dilaporkan antara 150 dan 200 meter. (wnc/wpc/es)










