PKM Unimed Majukan Bisnis Kripik Masyarakat

pkm-unimed-majukan-bisnis-kripik-masyarakat

Medan, (Analisa). Rekayasa industri merupakan salah satu visi Universitas Negeri Medan (Unimed) yaitu menciptakan inovasi bidang in­dustri sehingga mampu menaikkan produktivitas dan perekonomian khususnya bagi masyarakat. Rekayasa in­dustri termasuk dalam menyediakan peralatan atau tek­nologi tepat guna bagi usaha kecil menegah yang digeluti masyarakat.

Demikian dijelaskan Ketua Tim Program PKM (Peng­ab­dian Kepada Masyarakat) Unimed, Drs Hidir Efendi, MPd kepada Analisa, Rabu (9/10) di Medan terkait program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Ser­dangbedagai pekan lalu. “Sentuhan teknologi tepat guna dan peralatan lebih modern diberikan dalam program ini, termasuk rancangan bangun mesin perajang singkong yang mampu meningkatkan produksi lebih signifikan,” jelasnya.

Penggunaan mesin yang mampu meningkatkan produktivitas kripik singkong sebagai makanan ringan favorit ini diharapkan mampu pula menaikkan pendapatan masyarakat yang menggeluti usaha ini sebagai mata pencaharian sehari-hari. “Singkong atau ubi kayu punya harga jual relatif rendah. Untuk itu perlu dikembangkan agar punya nilai tambah dengan harga jual lebih tinggi,” ujarnya didampingi anggota Dra Rasita Purba, MKes, Tapi Rumondang S Siregar, SE, MSi dan dua mahasiswa.

Diketahui, lokasi ini banyak warga yang memproduksi kripik singkong dalam skala industri rumahan dengan rata-rata menggukaan 40-60 kilogram per hari. Besaran ini bertam­bah sesuai pesanan saat hari-hari besar. Usaha yang dilakukan secara umum masih tradisional belum tersentuh peralatan atau mesin yang efesien dan tergantung tenaga manusia. “Selain perlu waktu lebih lama, potongan singkong tidak teratur berujung pada kualitas dan kuantitas produk,” paparnya.

“Solusi yang ditawarkan untuk proses kerja lebih efektif yaitu mesin pengolah singkong. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Lebih praktis, kapasitas lebih besar dan menghasilkan kualitas dan jumlah produk yang akan dipasarkan lebih baik. Meningkatkan produksi berbasis sumberdaya lokal,” tukasnya.

Tim juga memberikan pendampingan terkait manaje­men usaha, pengemasan, pembukuan hingga pemasaran. Sehingga target rekayasa industri lebih optimal. Target khusus yang ingin dicapai yaitu keterampilan mitra program dan tentunya peningkatan produksi. “Metode pende­katan yang digunakan adalah metode pendidikan, pelatihan penerapan mesin, pelatihan manajemen usaha, rancang bangun dan pendampingan,” ujarnya.

“Pentingnya penggunaan teknologi dalam meningkat­kan usaha masyarakat sehingga pendapatan keluarga juga meningkat. Program berjalan lancar, mitra kita begitu antusias mengikuti program ini. Kami sampaikan terima kasih kepada kampus dan kementerian atas dukungan dalam program ini,” ujarnya. (amad)

()

Baca Juga

Rekomendasi