Binjai, (Analisa). Siswa SMA Negeri 1 Binjai mewakili Provinsi Sumatera Utara pada Lomba Penulisan Cerita Remaja Islami, Pentas Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI ) Tingkat Nasional tahun 2019, 10 -15 Oktober 2019 di Makasar, Sulawesi Selatan.
Siswa tersebut bernama Azzaky Alfaiq Agma. Pentas PAI tersebut akan menggelar sepuluh jenis mata lomba ; Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LP-PAI), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCC-PAI), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LD-PAI), Lomba Kreasi Busana (LKB), Lomba Penulisan Cerita Remaja Islami (Ceris), dan Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja PAI (KIR-PAI).
Adapun yang menjadi peserta lomba adalah siswa SD, SMP, SMA/SMK. Khusus untuk cabang lomba KIR-PAI dan ceris, peserta yang diundang mengikuti kegiatan tingkat nasional di Makasar hanyalah enam finalis yang telah ditentukan oleh dewan juri berdasarkan penilaian terhadap naskah yang telah dikirim dua bulan lalu. Azzaky adalah salah satu dari enam finalis ceris dengan judul cerita Tuhan Pun Menunggu.
Kepala SMA Negeri 1 Binjai, Drs. Susianto, M.Si. merasa senang dan bangga atas prestasi peserta didiknya tersebut.
“Saya bangga dengan pencapaian ini. Pentas PAI ini adalah perlombaan di Kementerian Agama yang pesertanya siswa sekolah dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Azzaky aktif di ekstrakurikuler kerohanian Islam (rohis), sehingga meskipun jurusan IPA harus mampu bersaing dengan finalis dari provinsi lainnya. Usahakan menjadi yang terbaik,” pesan beliau ketika Azzaky mohon doa menjelang keberangkatnnya ke Makasar. Azzaky yang sekarang duduk di kelas XII merupakan siswa yang aktif dan menekuni kerohanian Islam sekolahnya. Selain itu juga aktif di kegiatan tulis menulis dan merupakan anggota di komunitas literasi KBKC.
Beberapa tulisannya menjadi bagian dari karya bersama dan telah diterbitkan, antara lain dalam 100 Penyair Indonesia dalam antologi puisi Binjai, Puisi Menolak Korupsi 7 versi pelajar se-Indonesia, antologi cerpen Lima Ratus Rupiah, dan yang lainnya.
Guru pembimbing, Muhammad Ikhwansyah, S.Pd.I yang juga guru pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Binjai sangat merasa senang dan optimis akan keberhasilan siswa bimbingannya itu mengikuti babak final di Makasar, meskipun beliau tidak ikut mendampingi hingga ke Makasar. (maf)











