Medan, (Analisa). Pemuda Panca Marga (PPM) Sumut bersama Legiun Veteran Republik (LVRI) Sumut menggelar silaturahmi di Aula LVRI Sumut Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (30/3). Dalam silaturahmi tersebut, Ketua LVRI Sumut Kol. Inf (Purn) Alauddin AE, memberikan sosialisasi tentang validasi organisasi PPM.
Dia menjelaskan, validasi organisasi dilakukan karena ada juga yang bukan anak veteran masuk organisasi PPM. "Ini kekuatannya sudah agak banyak, dikhawatirkan bisa mempengaruhi kepentingan-kepentingan politik. Organisasi tidak lagi melanjutkan cita-cita perjuangan orangtuanya, semangat juang 45 dan Panca Marga, tapi kepentingan politiknya dengan membawa bendera PPM, itu tidak boleh," kata Alauddin.
Anak veteran itu bisa dibuktikan dengan SKEP veteran dari orangtuanya. "Tanda kehormatan veteran bapaknya, itu bisa masuk PPM. Kalau tidak ada tanda kehormatan bapaknya, tidak bisa masuk organisasi PPM. Kalau di dalamnya semua anak veteran, bersatu kita. Ini kan masih ada yang sifatnya terbelah," imbuhnya.
Dia juga menyampaikan, LVRI Sumut bersama Pemprovsu sudah melakukan MoU tentang sosialisasi ‘Jiwa Semangat Juang 45'. Oleh karena itu, pihaknya akan merekrut sosialisator dari PPM. "Kita inikan sudah tua-tua, ilmu terbatas. Maka nanti kita ambil anak-anak veteran itu yang kita yakini jiwa semangat juang 45-nya itu ada, tinggal kita bekali mereka dengan kemampuan kita waktu berjuang itu bagaimana, jadi kita bekali sehingga bisa mewarisi nilai juang 45," tambahnya.
Ketua PPM Sumut Irwan Sembiring, mengatakan, silaturahmi antara PPM dengan LVRI ibarat silaturahmi antara anak dengan orangtua untuk membangun kebersamaan. Kemudian, menurutnya, informasi tentang rencana perekrutan sosialisator Jiwa Semangat Juang 45 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"PPM seharusnya lebih menonjol, jangan lagi sama kapasitasnya anak veteran dengan tidak veteran dalam menggelorakan jiwa semangat juang 45 itu. Kedua karena PPM secara biologis adalah putra-putri keturunannya veteran, maka harus menjaga marwah dan citranya veteran. Artinya apa, kalau lah di tengah tengah kondisi kita yang panas karena pilpres, maka PPM harus hadir sebagai pemersatu, karena secara biologis dia punya tanggung jawab moral," tambahnya.
Sedangkan Dewan Paripurna PPM Sumut H. Serta Ginting bersama Sekretaris Dewan Paripurna PPM Sumut Dewantara Sembiring mengimbau jelang pilpres ini, walaupun berbeda partai, tetapi jika berada di PPM maka harus tanggalkan semua atribut partai. "Sehingga kalau kita bermusyawarah dan berkumpul murni untuk Panca Marga guna melanjutkan cita-cita orangtua veteran," pungkasnya. (bara)










