Musprov ke-9 IAI Sumatera Utara

Pergaulan Internasional, Arsitek Ingat Tahapan Penting

pergaulan-internasional-arsitek-ingat-tahapan-penting

Medan, (Analisa). Mau tidak mau, para arsitek harus berada di pergaulan internasional, da­lam posisi keprofesionalan. Namun, tetap menerapkan hal-hal penting, di antaranya meningkatkan ilmu penge­tahuan, keregistrasian, lisensi, dan keprofesionalan.

Wakil Ketua I Ikatan Arsitek Indo­nesia (IAI), Ketut Rana Wiarca ber­sama perwakilan IAI, Denny Setiawan mengatakannya saat kegiat­an Musya­warah Provinsi (Musprov) ke-9 IAI Sumatera Utara, di Le Polonia Medan, Sabtu (29/4).

"Jualan jasa, komitmennya adalah ketika dunia ini sudah menjadi yang tanpa batas. Suka tidak suka, kita harus berada di bagian pergaulan interna­sio­nal itu, pada posisi profesional. Bica­ra profesional, kita remind kem­bali ada tiga tahap yang kita perlu. Per­­ta­ma adalah ilmu. Sebelum mam­pu, boleh dan kompeten menjual keahlian, pertama menimba ilmu di perguruan tinggi," sebutnya.

Kedua, keregistrasian, yakni Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). "Di Indonesia, UU Nomor 6 tahun 2017 mensyaratkan STRA, tingkat keahlian, muaranya adalah STR, anda kompe­ten, anda adalah ahli," ujarnya sambil menambahkan kalau ilmu induknya adalah Kementerian Riset dan Pen­di­dik­an Tinggi (Ristek Dikti), seme­tara keregistrasian ini induknya Kemen­terian Pekerjaan Umum (PU).

Berikutnya, Asean Architect (AA) terkait cakupan Asean. "Sudah bisa jualan? Belum. Bagaimana kalau berkarya di Filipina atau Vietnam? Ada regulasi ketiga, Asean Architect itu. Perjuangannya apa? Fee kita per­nah sama enggak? Honor kita dengan arsitek luar pernah sama enggak? Kita masih terjebak sebagai profesi dan aso­siasi profesi tetapi diperlakukan seperti pegawai. Ketika mengajukan tender atau apapun konteks project pemerintah, maka ada tim leader, tim ahli. Kurun waktu, mengukur pekerjaan, billing rate, dan sebagainya, itu adalah kepegawaian kita.

Saya bergaul dengan banyak seni­man lukis. Saat membuat lukisan, misalnya 2m x 2m, kanvas katakanlah Rp2 juta, art material katakanlah Rp5 juta, digarap sebulan, katakanlah Rp25 juta, cost production-nya mungkin Rp35 juta. Kalau mau jual lukisan pro­fit 100%, harganya Rp75 juta. Faktanya, masuk galeri, harganya bisa lebih dari Rp500 juta. Kenapa? Karena profesi adalah talenta yang dikualifika­sikan tertentu, ini yang harus dibayar," tegasnya.

Keprofesionalan, lanjutnya, di titik tertentu, unlimited. "Jepang menunjuk arsitek hebat, Zaha Hadid, untuk mem­buat Tokyo Stadium Olimpic. Harga yang ditawarkan luar biasa mahal. Kon­trak perencanaan selesai, tapi diba­tal­kan karena mahal, akhirnya dise­lesaikan arsitek domestik. Itu menunjukkan apa? Profesional, pada titik tertentu, unlimited angkanya.

Anak usia 12 tahun, asal Bali, sudah terima Grammy Award. Bisa diba­yang­kan, tidak harus melalui muda, ma­dya, atau utama. Inilah hal profe­sional yang harus kita perjuangkan, bukan tender kita dengan harga terendah, tetapi minimum harusnya. Saya minimum dibayar dalam waktu 1 bulan segini," katanya.

Kemudian muncul UU No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, maka disesuai­kan pula ranah pengaturannya. "IAI, bukan ikatan arsitek Sumatera Utara atau ikatan arsitek Aceh, tapi Ikatan Arsitek Indonesia, administratif diatur masing-masing provinsi. Jadi, kalau tinggal di Sumut, kemudian ada proyek di NTT atau NTB, sangat boleh. Baha­sanya, Ikatan Arsitek Indonesia. Lisen­si yang diterbitkan di masing-masing daerah ke depan harus ada, oleh pemerintah provinsi.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Sumut (LPJK-SU), Abdul Kosim, sebelum membuka Musprov berharap arsitek segera mengikuti sistem PPKB yang baru. Dia juga menyarankan arsitek segera mendaftarkan diri secara online di LPJK net sembari menjelaskan caranya ke peserta musprov.

Ketua panitia Musprov ke-9 IAI Sumut, Peranita Sagala, IAI, merinci, di IAI Sumut, dari total anggota 450 orang, 335 orang profesional, 11 di antaranya arsitek bersertifikat Asean (Asean Architect). Musprov ini juga terdaftar dalam PKB di LPJK Sumut. Sponsor kegiatan, di antaranya Dekson/PT. Fajar Lestari Sejati, TOTO/PT. Asia Maju Bersama, PT. Onduline Indonesia, Dr. Shield/CV Indo Buana Prima, International Keramik/ CV Kharisma Jaya, PT. Citra Inovasi Prima. Konsultan Arsitektur/Perusahaan Pendukung kegiatan, CV. Bina Kasada, Tri AdiGraha, Artanami Dwi Mandiri, T&T Studio, PT. Rafara Group, Medan Architecture Team, Arcade Enam Pilar, Creating Place, ArchBox, PT. Team Nawagraha Kencana DNA Consultant, Brahma­wanta Simondoni Studio, Sevenzu Architect, Arya Advertising.

Ketua Panitia Pemilihan Yuri Dwi Lianto,ST.Ars,MT,IAI. mengung­kap­kan Hasil Musyawarah ke-9 IAI Prov­su kali ini, terpilih Ketua IAI Provvsu periode 2019-2022 yakni Boy Brah­mawanta Sembiring,ST,MT,IAI,AA, Ketua Kehormatan periode 2019-2022 Syahlan Jukhri Nasution,­ST,MT,­IAI,AA, Ketua Majelis Kehormatan perio­de 2019-2022 Dr. Achmad Delianur Nasution,ST,MT,­IAI,AA,­IAP,Ahmad Ariyanto,ST,MT,IAI, Taufik Mustafa,ST,MT,IAI,AA,Ir. Yanuar Mahdi,IAI, Henry Iskandar Ong,ST.,MT.,IAI.

Ketua IAI Sumut Demisioner Syahlan Jukhri Nasution,ST,MT,IAI,­AA berpesan kepada kepengurusan selanjutnya untuk melanjutkan prestasi yang sudah dicapai IAI selama ini. Arsitek harus mampu menjadi profesi yang berperan penting pada pemba­ngunan di Sumatera Utara. (st)

()

Baca Juga

Rekomendasi