Bukan Dibunuh

Kemandulan Ternyata Jadi Penyebab Kepunahan Neanderthal

kemandulan-ternyata-jadi-penyebab-kepunahan-neanderthal

MISTERI tentang  kerabat prase­jarah kita, Neanderthal, punah 40 ribu tahun lalu telah membi­ngung­kan para antropolog selama beberapa dekade. Banyak orang yakin mereka dibunuh Homo sapiens. Beberapa juga mengata­kan bahwa Neanderthal musnah karena bencana alam atau pe­nyakit.

Namun, dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Plos One, tim ilmuwan membe­rikan gagasan baru  bahwa Nean­der­thal bisa punah karena pe­rem­puan mudanya ba­nyak yang mandul.

Teori ini didasarkan pada mo­del kepunahan yang dikemuka­kan Anna Degioanni dari Aix Marseille Université. Kepada The independent, Degioanni yakin bahwa gagasannya ini ‘kuat dan masuk akal’.

“Studi kami tidak berusaha menjelaskan ‘mengapa’ Nean­derthal menghilang, tapi untuk mengidentifikasi ‘bagaimana’ itu bisa terjadi,” katanya.

“Kehamilan pertama, teruta­ma pada wanita muda (berusia kurang dari 20 tahun), rata-rata lebih berisiko dibanding keha­milan kedua dan selanjutnya. Asupan makanan yang sedikit dapat menurunkan tingkat kesu­buran mereka,” tambah Degioan­ni.

Penelitian terbaru ini me­nya­takan, Neanderthal punah dalam periode 4.000 hingga 10 ribu ta­hun. Kepunahan mereka tidak brutal dan terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Pemodelan Degioanni me­nun­jukkan bahwa kepunahan memang mungkin terjadi dalam sepuluh ribu tahun jika ada penurunan 2,7% pada tingkat kesuburan wanita Neanderthal berusia di bawah 20 tahun. Dan jika penurunannya mencapai 8%, maka kepunahan itu terjadi dalam 4.000 tahun.

Ia menambahkan, teori yang menyatakan Neanderthal mati karena wabah atau konflik tidak mungkin benar. Sebab, alasan itu justru menunjukkan bahwa populasinya–sekitar 70 ribu indi­vidu–akan musnah lebih cepat.

Bersama dengan rekan pene­litinya, Dr Degioanni mencipta­kan parameter demografis meng­gunakan data observasi dari ke­lompok pemburu-pengumpul, primata besar, serta informasi paleogenetik dari Neanderthal.

Mereka mendefinisikan 'pu­nah' jika populasi dalam kelompok berjumlah kurang dari lima ribu individu.

Neanderthal sendiri sampai ke Eropa sekitar 250 ribu tahun lalu. Ini merupakan studi pertama yang menggunakan data empiris untuk menunjukkan bagaimana peru­bahan demografis yang relatif kecil, seperti ketidaksuburan atau tingkat kematian bayi dapat berpengaruh pada kepunahan Neanderrthal. (ngi/iflc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi