Baikonur, (Analisa). Tiga angkasawan masing-masing satu dari Amerika, Rusia dan UEA meluncur ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS).
Pria Uni Emirat Arab (UEA) Hazzaa Ali Al Mansoori (35) menjadi orang Arab pertama yang mencapai ISS. Hazzaa dan dua rekannya, kosmonot Rusia Oleg Skripochka serta astronot NASA Amerika Serikat (AS) Jessica Meir merapat ke ISS, Kamis (26/9).
Mereka diluncurkan dari Baikonur, Kazkhstan, menggunakan roket Rusia, Soyuz, dan merapat ke ISS setelah menempuh penerbangan selama enam jam.
"Ketiganya Memasuki orbit lab dan bergabung bersama enam kru lainnya di ISS) untuk merayakan seremoni penyambutan yang meriah," demikian pernyataan NASA.
Rekaman video menunjukkan tiga astronot dan kosmonot masuk melalui lubang palka untuk bergabung dengan enam rekan mereka yang menyambut dengan pelukan sambil mengambang.
Sementara itu Hazzaa mendapat dukungan dari seluruh dunia untuk menggapai apa yang dia cita-citakan sejak lama.
Di Dubai, warga dengan membawa bendera UEA berkumpul di Pusat Luar Angkasa Mohammed bin Rashid untuk menyaksikan peluncuran Soyuz yang disiarkan secara langsung.
Gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa Dubai turut memeriahkan dengan momen saat Soyuz meluncur dari Baikonur.
Ini merupakan penerbangan antariksa ketiga buat Skripochka dan pertama untuk Meir dan al-Mansoori, yang terbang ke ISS dalam misi delapan hari berdasarkan kontrak antara UEA dan Roscosmos.
Hazzaa akan menghabiskan waktu delapan hari di ISS untuk melakukan penelitian. Dia akan kembali ke Bumi bersama astronot NASA Nick Hague dan kosmonot Rusia Alexey Ovchinin pada 3 Oktober. Sementara Skripochka dan Meir akan tetap tinggal di ISS hingga musim semi 2020.
Meskipun menjadi orang Arab pertama ke ISS, tapi dia bukan Muslim dan orang Arab pertama yang mencapai luar angkasa. Orang Arab pertama yang ke luar angkasa adalah Sultan bin Salman Al Saud dari Arab Saudi, yang terbang menggunakan pesawat ulang-alik AS pada 1985. Dua tahun kemudian, pilot AU Suriah Muhammed Faris menghabiskan waktu sepekan di stasiun luar angkasa Uni Soviet. (AP/es)










