Asian Agri: Manfaatkan Teknologi Digital Untuk Pesan Sawit Berkelanjutan

Asian Agri: Manfaatkan Teknologi Digital Untuk Pesan Sawit Berkelanjutan
Ketua PWI Sumut, Hermansjah (kanan) bersama Kepala Komunikasi Asian Agri, Maria Sidabutar (Analisadaily/Hermansjah)

Analisadaily.com, Ciwidey - Kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang turut menopang perekonomian bangsa sudah selayaknya mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan.

"Sebagian konsumen telah menggunakan kelapa sawit dan produk turunannya tanpa mereka sadari. Sepanjang hari sawit berada di sekitar kita dan sangat akrab dengan kita semua. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita bakal bersentuhan dengan produk sawit," ujar Maria Sidabutar, Kepala Komunikasi Asian Agri saat memberikan pemaparan pada acara temu media Asian Agri di Glamping Legok Kondang, Ciwidey, Jawa Barat, Kamis (23/1).

Pada kesempatan itu juga disampaikan bagaimana kehidupan manusia saat ini memanfaatkan produk-produk turunan kelapa sawit dengan menunjukkan beragam produk yang menggunakan olahan kelapa sawit, seperti margarin, minyak goreng, selai cokelat, beragam snack sampai produk kecantikan berupa pelembap dan lipstik.

"Sebagaimana kita saksikan beragam contoh produk di sini adalah produk-produk yang menggunakan turunan sawit. Jadi mulai pagi hingga malam pastilah kita akan bersentuhan dengan sawit," sebutnya.

Minyak sawit

Saat menilik satu-persatu informasi kandungan produk, sangat disayangkan bahwa sebagian besar perusahaan seolah-olah enggan memberikan keterangan bahwa produknya menggunakan sawit.

Dari beragam contoh produk yang ditampilkan, produsen masih terlihat menggunakan istilah umum minyak nabati pada kemasannya.

Peserta temu media Asian Agri di Glamping Legok Kondang, Jawa Barat
Pada kesempatan yang sama, Maria juga menunjukkan sebagian produk yang jelas mencantumkan kata minyak sawit.

"Bila kita mengelola sawit dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan, sepatutnya kita bangga mencantumkannya karena produk sawit adalah produk unggulan bangsa kita yang sangat bermanfaat bagi kehidupan," tegasnya.

"Keengganan ini haruslah kita ubah, apa lagi pengelolaan perkebunan kelapa sawit juga sudah menggunakan prinsip-prinsip kelapa sawit lestari dengan pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan," jelasnya di hadapan para peserta temu media yang merupakan jajaran pers profesional dari Sumatera Utara.

Maria mengajak media untuk terus mengenalkan betapa besar manfaat kelapa sawit bagi kehidupan manusia, sekaligus mengapresiasi dukungan media untuk menjelaskannya agar masyarakat memahami bagaimana sawit bersentuhan dengan masyarakat dan dapat menjadi komoditas berkelanjutan kebanggaan bangsa.

Berbagai saluran komunikasi dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi, termasuk secara personal dengan memanfaatkan media sosial.

"Pesan tentang pemanfaatan produk kelapa sawit dan keberlanjutan dapat dituangkan melalui foto produk, cerita kegiatan maupun informasi tentang kandungan nutrisi. Dengan kemasan pesan yang menarik dan dukungan teknologi digital melalui gawai, setiap orang dapat menjadi duta sawit lestari," tandas Maria.

(HERS/EAL)

Baca Juga