87 Warga Singapura Diperbolehkan Pulang Setelah Jalani Karantina

87 Warga Singapura Diperbolehkan Pulang Setelah Jalani Karantina
Warga Singapura yang baru tiba dari Wuhan menggunakan pesawat Scoot (Strait Times)

Analisadaily.com, Singapura - 87 dari 92 warga Singapura sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama 14 hari.

Mereka adalah warga Singapura gelombang pertama yang dievakuasi dari Kota Wuhan menggunakan pesawat Scoot Tigerair tanggal 30 Januari. Kamis (13/2) kemarin mereka dinyatakan selesai melewati masa karantina.

Sementara lima orang sisanya dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Namun dua diantaranya sudah sembuh dan telah keluar dari rumah sakit.

"Ketika mereka telah melewati masa inkubasi 14 hari untuk penyakit Covid-19 dan dinyatakan baik-baik saja, tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan setelah berakhirnya karantina," bunyi pernyataan Departemen Kesehatan Singapura, dilansir dari StraitsTimes, Jumat (14/2).

Sementara dalam pernyataan terpisah, Maskapai Scoot mengatakan bahwa pilot dan awak kabin yang berada dalam pesawat tersebut juga telah menyelesaikan cuti selama 14 hari dan sudah kembali bekerja hari ini.

Selama ini Scoot memiliki rute penerbangan ke Wuhan, tempat Covid-19 berasal. Namun mereka telah menangguhkan penerbangan per 23 Januari seiring meningkatnya kekhawatiran akibat virus tersebut.

Penangguhan kemudian diperluas ke semua penerbangan Scoot ke daratan China mulai 8 Februari. Penerbangan ke Negeri Tirai Bambu diperkirakan kembali dilanjutkan sekitar akhir Maret.

Penerbangan tanggal 30 Januari ke Wuhan adalah yang pertama dari dua penerbangan yang diatur khusus untuk mengevakuasi warga Singapura di sana.

Sementara penerbangan kedua berangkat dari Wuhan tanggal 9 Februari dan membawa 174 warga Singapura.

Manajer Pengembangan Bisnis, David Cher, yang berada di penerbangan pertama mengatakan, ia dan penumpang lainnya dalam penerbangan itu sudah meninggalkan pusat karantina di Resor Klub Layanan Sipil Changi II kemarin.

"Beberapa pejabat datang ke kamar kami dan membiarkan kami menandatangani beberapa dokumen dan memberi kami kertas biru dengan nama kami di atasnya," kata Cher.

"Setelah kami menerima kertas itu, kami berjalan ke gerbang dan menunjukkan kepada penjaga kertas itu, dan kami semua pergi dari sana."

Cher mengatakan seluruh proses karantina berjalan lancar, dan sebagian besar orang yang dikarantina meninggalkan tempat itu tanpa berinteraksi satu sama lain. Saat berada di karantina, suhu badan mereka dicatat tiga kali sehari.

Pria berusia 40 tahun itu berharap bisa kembali bekerja dan berkumpul dengan keluarganya. Sementara istri dan dua anaknya masih menjalani karantina karena kembali menumpangi penerbangan kedua Scoot dari Wuhan tanggal 9 Februari.

"Saya ingin kembali bekerja. Sudah terlalu membosankan setelah tidak bekerja selama sebulan," ujarnya.

"Tapi saya akan bekerja dari luar kantor sampai akhir bulan. Staf masih agak khawatir dan memberitahuku untuk tidak kembali dulu," tukas Cher.

Editor:  Eka Azwin Lubis

Baca Juga

Rekomendasi