Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi saat simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Analisadaily.com, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan, pemerintah telah bersungguh-sungguh melindungi tenaga medis yang merawat pasien COVID-19, salah satunya melalui pengadaan lebih dari 800 ribu Alat Pelindung Diri (APD).
"Kesungguhan pemerintah untuk melindungi tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19 ini sudah kita wujudkan, salah satunya kita sudah mengadakan lebih dari 800 ribu APD dengan standar medical grade, dengan kualitas yang terbaik," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, disiarkan secara daring, Senin (13/4).
Yuri mengatakan pengadaan ratusan APD tersebut sebagai bukti kesungguhan pemerintah melindungi para tenaga medis, agar mereka dapat bekerja dengan profesional dan lebih tenang menangani pasien COVID-19.
Lebih lanjut, Yuri mengatakan saat ini terdapat lebih dari 20 ribu relawan yang telah bergabung melalui tim Gugus Tugas, baik di tingkat nasional dan tingkat daerah, untuk turut serta menanggulangi penyebaran COVID-19.
Dalam kesempatan itu, Yuri juga menyinggung mengenai pelaksanaan pemeriksaan melalui metode tes
Polymerase Chain Reaction(PCR) real-time. Saat ini sudah lebih dari 27 ribu penduduk Indonesia menjalani tes PCR real-time.
Tes tersebut diadakan di 186 kabupaten/kota yang terindikasi ditemukan penyebaran COVID-19. Selain itu, Yuri menyebut bahwa 70 laboratorium telah diaktifkan guna mempercepat tes dan cek spesimen yang telah diambil.
"Artinya, akses untuk layanan pemeriksaan PCR real-time sudah lebih merata lagi di seluruh wilayah Tanah Air," tandasnya.
(RZD)