Penyelundupan 25 Ton Bawang Merah Ilegal Digagalkan TNI AL

Penyelundupan 25 Ton Bawang Merah Ilegal Digagalkan TNI AL
TNI AL gagalkan penyelundupan 25 ton bawang merah ilegal (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Aceh - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Lantamal I, Koarmada I, menggagalkan penyelundupan bawang merah sebanyak 25 ton diduga dari negara Malaysia.

Bawang merah ilegal tersebut diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) berbendera Indonesia, KM Arafah GT. 15 di alur perairan air masin, Kecamatan Seruway, Kabuoaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (23/5).

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Lantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid K., S.E., M.M. di Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan.

Danlantamal mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, TNI AL khususnya Lantamal I Koarmada I beserta Jajaran Pangkalan di bawahnya, tetap melaksanakan patroli. Baik rutin maupun patroli intelijen.

"Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kegiatan-kegiatan ilegal berupa kejahatan dan penyelundupan komoditi ataupun narkoba, serta Tenaga Kerja Ilegal atau TKI dari luar Nlnegeri yang akhir-akhir ini marak terjadi," tegas Danlantamal I.

Dijelaskannya, digagalkannya penyelundupan bawang merah ilegal dini hari tadi di Aceh Tamiang berawal dari informasi masyarakat. TNI AL mengimbau dan berharap kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi melaporkan apabila ada kecurigaan terhadap kegiatan ilegal di perairan, terutama di wilayah kerja Lantamal I.

"Akan kita tindaklanjuti sekecil apapun informasi yang berasal dari masyarakat," sebutnya.

Sebelumnya di perairan Aceh Tamiang, terkait penangkapan kapal bermuatan bawang tanpa dokumen/ilegal, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Lhokseumawe Letkol Laut (P) Dimmi Oumry, S.E., menjelaskan kronologis penangkapan.

"Tim F1QR Lanal Lhokseumawe mendapatkan informasi terkait akan adanya penyelundupan bawang merah ilegal melalui jalur perairan alur air masin di Aceh Tamiang," jelasnya.

Berbekal informasi, tim menyusun rencana guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut dan langsung melakukan pemantauan di sekitar perairan yang disinyalir biasa digunakan penyelundup dalam melakukan aksinya.

"Sebelum bisa menjangkau kapal terduga penyelundup, tampak dari kejauhan terlihat beberapa ABK kapal muat yang dikejar melompat ke boat pemandu yang ada di samping kapal. Tim bisa mendekati dan mendapati kapal bermuatan yang ditinggalkan ABK dalam posisi kandas karena menabrak pohon bakau," pungkasnya.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, didapati KM. Arafah GT. 15 berbendera Indonesia tanpa ABK setelah sebelumnya diketahui melarikan diri, memuat bawang merah tanpa dokumen dengan bobot diperkirakan kurang lebih 25 ton yang dikemas dalam ratusan karung kecil.

KM. Arafah GT. 15 yang kandas, selanjutnya diputuskan ditarik ke Posmat TNI AL Langsa setelah sebelumnya menunggu air pasang guna memudahkan penarikan.

Terhadap kedatangan KM. Arafah GT. 15 di Posmat TNI AL Langsa, Pangkalan TNI AL Lhokseumawe akan melakukan protokol dan menerapkan prosedur dalam penanganan pada masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga

Rekomendasi