Cegah Covid-19, Pembagian Daging Kurban di Masjid Jami' Silalas dengan Sistem Barcode

Cegah Covid-19, Pembagian Daging Kurban di Masjid Jami' Silalas dengan Sistem Barcode
Pembagian daging kurban di Masjid Jami' Silalas (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Salah satu langkah mencegah penularan dan penyebaran Covid-19, sekaligus menciptakan kebiasaan tertib di masyarakat, pembagian daging kurban yang dilakukan Masjid Jami' Silalas dilakukan dengan cara sistem barcode.

Pembagian daging kurban dilaksanakan di areal masjid tersebut, Jalan Sei Deli, Medan, Sabtu (1/8). Terdapat 14 ekor hewan kurban yang terdiri dari 11 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang disembelih.

Ketua Panitia, H Zerman menyampaikan, hewan kurban ini merupakan sumbangan dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah, H Anif, Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution, Musa Idhishah atau Doddy, dan lainnya.

"Nah, sistem barcode ini dipakai agar tidak terjadi double dalam pengambilan. Teknisnya, barcode yang ada di kupon di-scan terlebih dahulu," ungkapnya didampingi Kepala Koordinator Keamanan Batara Silalahi, Minggu (2/8).

Dalam pembagian daging hewan kurban juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat pencegahan Covid-19. Masyarakat yang masuk ke areal pembagian daging, terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan, hingga diwajibkan menjaga jarak.

"Bahkan yang datang tidak memakai masker disuruh pulang," ujarnya.

Sistem barcode (Analisadaily.com/Istimewa)
Diterangkan Zerman, sistem barcode ini sendiri merupakan pertama kali dilakukan oleh Masjid Jami' Silalas. Ide ini bermula dari inisiatif ketua BKM Masjid Jami' Silalas, Musa Idhishah.

"Sistem ini sebetulnya pernah dilakukan di Masjid Agung. Pengalaman ini akan kami bagikan kepada masjid-masjid lain," terangnya.

Musa Idhishah atau yang akrab disapa Doddy menambahkan, untuk mendapatkan kupon berbarcode, setiap calon penerima kurban terlebih dahulu wajib menyerahkan foto copy KTP kepada Kepala Lingkungan (Kepling). Data tersebut di-input dalam data base, kemudian keluar kupon dengan barcode.

"Kupon ini juga diantar dari rumah ke rumah untuk memastikan datanya valid," ucapnya.

Untuk tahun depan jika pembagian daging kurban kembali dilakukan, panitia hanya tinggal membuka data di komputer saja. Pendataan lanjutan hanya dilakukan pada pertambahan atau perpindahan penduduk, dan juga bila ada yang sudah meninggal.

"Dengan sistem ini, pemalsuan kupon dapat kelihatan, dan tidak mungkin double data. Tahun depan kita akan ajak beberapa masjid, kita buat pelatihan dan kita berikan sistemnya. Pelan-pelan kita buat penyeragaman," tandasnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi