Ribuan MPU Medan Ancam Stop Operasi, Warganet: Bagus, Kalo Bisa Selamanya

Ribuan MPU Medan Ancam Stop Operasi, Warganet: Bagus, Kalo Bisa Selamanya
Tangkapan layar postingan Instagram @hariananalisa (Instagram @hariananalisa)

Analisadaily.com, Medan - Berbagai komentar bermunculan dari warganet di akun Instagram resmi Harian Analisa @hariananalisa terkait pemberitaan berjudul “Buntut BTS Masih Gratis, Ribuan MPU Medan Akan Stop Operasi”.

Tanggapan yang diberikan warganet pada kolom komentar yang dipantau Senin (7/2) malah banyak yang menyarankan MPU atau biasa disebut angkot (angkutan kota) sudah saatnya berhenti beroperasi.

Seperti komentar pemilik akun @tutur_hutagalung, “mogok selamanya jg gpp,” tulisnya menanggapi isi pemberitaan di akun @hariananalisa. Warganet lainnya, @gunturtjoa berkomentar, “Cocok kaleer…jgn hny 3 hari aja demo nya…kalau bs selama2nya aja sekalian jgn jalan lagi.”

Pemilik akun @edy.wongso juga memberikan komentar dengan nada yang hampir sama, “Taunya demo saja…kelakuan supirnya tidak di perhatikan…tidak .menjagakeamanan peumpang..cara bawanya ugal2,” tumisnya.

Sementara pemilik akun @samueltanjung berkomentar, “Angkot medan ngeri2 sedap… Sama kereta spi aja pun di gas.. apalagi cuman rsmbu2 lslublintas.” Pemilik akun @jurikki7 membubuhkan komentar, “Gimana pemerintah berpihak, justru angkot2 ini pelan tapi pasti akan di hilangkan pemerintah dari kota Medan,” ucapnya sambil membubuhkan emoticon senyum.

Hingga kini, postingan tersebut telah mencapai ratusan like dan memantik puluhan komentar.

Sebelumnya, dalam keterangan pemberitaan yang tayang di @hariananalisa disebutkan, ribuan mobil penumpang umum (MPU) yang tergabung dalam Organisasi Pengangkutan Darat (Organda) Medan akan melakukan aksi demo besar-besaran di Kantor Wali Kota Medan dalam waktu dekat ini, sebagai akumulasi dari wujud aksi protes keras tidak berpihaknya pemerintah kepada moda angkutan konvensionl tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe dalam keterangan persnya kepada Analisa di Medan, Minggu (6/2).

Gomery Munthe didampingi Sekretaris M. Jaya Sinaga, perwakilan KPUM, Jhon Sitindaon serta beberapa pengusaha angkutan lainnya menyampaikan alasan mendasar demo dan aksi protes yang rencana akan dilaksanakan tiga hari itu, karena sampai detik ini angkutan massal buy the service (BTS) masih belum berbayar di lima koridor yang ada di Medan, sehingga mematikan usaha angkutan umum yang dikelola masyarakat sejak dulu tersebut.

Tercatat beberapa trayek MPU yang makin redup akibat terdampak operasional BTS mengingat jalurnya berdampingan, di antaranya Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) trayek 03, 65, 32,69,25,11,63 dan juga MRX tujuan Terminal Amplas-Belawan.

Selanjutnya MPU PT Medan Rahayu Ceria yakni trayek Rahayu 105, Rahayu 125, Rahayu 57, 54,42,103 104. Juga PT. Morina trayek 81 dan 122,83 yang semakin kesulitan.

Bahkan, ungkapnya untuk PT. Mitra 30 jurusan Belawan saat ini nasibnya sangat kesulitan. Bak kata pepatah, seperti kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau.

“Dan ironisnya Pak Walikota tidak mau tahu,” ungkap dia.

Dijelaskan Munthe operasional BTS yang dikelola Trans Metro Deli tersebut, juga ditenggarai telah menimbulkan banyak pelanggaran masif pada angkutan umum di antaranya semakin menjamurnya angkutan orang berflat hitam dan angkutan liar tanpa mengindahkan aturan angkutan orang dengan kendaraan bermotor yang telah ditetapkan pemerintah.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi