Pitra Romadoni Soroti Ungkapan Edy Rahmayadi

Pitra Romadoni Soroti Ungkapan Edy Rahmayadi
Pitra Romadoni saat memberikan keterangan, Kamis (17/2) (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ungkapan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, terkait kondisi jalan provinsi yang harus diperbaiki demi memudahkan akses masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi, mendapat respon dari Presiden Kongres Pemuda, Pitra Romadoni.

Edy mengatakan, adanya rencana besar pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara sebagai bagian dari tugas memantapkan jalan provinsi dengan panjang total 3.005,65 Km. Gambarannya adalah dengan kondisi jalan mantap hanya 75 persen, dan sepanjang 750 Km jalannya tidak mantap.

Dia mengaui merasa pilu mendengarkan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Sumatera Utara selama ini. Bahkan sampai ada masyarakat meminta pindah kependudukan dari Sumatera Utara.

Menurut Pitra, itu hanya untuk menyenangkan hati masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Padang Lawas sesaat.

“Sebab kita ketahui masa jabatan beliau akan berakhir sebentar lagi dan kita sangat bersyukur di akhir masa jabatannya beliau masih ingat dan masih bisa bercerita tentang angan-angannya memperbaiki jalan lintas sumatera di Padang Lawas,” ujar Pitra, Kamis (17/2).

Kata dia, masyarakat Padang Lawas tentu akan senang jika Edy masih bisa bercerita tentang jalan rusak khususnya di Padang Lawas dan Sumatera Utara di akhir masa jabatannya.

Pitra menilai, Edy mestinya tidak perlu menyampaikan kondisi jalan rusak kepada masyarakat Sumatera Utara karena warga sudah mengetahui dan merasakan jalanan yang berlubang-lubang.

“Semestinya Pak Edy fokus menepati janji-janji kampanyenya khususnya di Padang Lawas yang menderita akibat jalannya rusak dan bahkan mau pindah KTP ke Provinsi lain,” ujar Pitra.

Dia menambahkan, masyarakat sudah cukup menderita dengan janji-janji kampanye yang tidak terealisasi.

“Saya kira tidak elok terus memberikan harapan palsu kepada masyarakat, kalau hanya sekedar cerita tapi pelaksanaannya tidak ada, itu sama saja omong besar dan menyakiti hati masyarakat dengan memberikan harapan palsu,” tambahnya.

(ATS/CSP)

Baca Juga

Rekomendasi