Bentuk Posko 24 Jam, PMI Sumut Siap Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Bentuk Posko 24 Jam, PMI Sumut Siap Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana
Bentuk Posko 24 Jam, PMI Sumut Siap Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana (analisadalily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan - Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara menunjukkan komitmen kuat dalam merespons bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut. Melalui Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) yang telah dibentuk sejak 25 November 2025, PMI Sumut memastikan kesiapan penuh untuk menerima dan menyalurkan bantuan masyarakat kepada para korban yang membutuhkan.

Ketua Posko TDB Banjir dan Longsor PMI Sumut, Prof Bahdin Nur Tanjung, menyampaikan bahwa posko yang beroperasi 24 jam ini menjadi pusat koordinasi utama dalam penanganan cepat bencana di daerah terdampak, khususnya Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga yang merasakan dampak paling berat. Dalam konferensi pers di Markas PMI Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Minggu (30/11/2025), ia menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan instruksi langsung Ketua PMI Sumut, Dr Rahmat Shah, yang meminta agar seluruh kekuatan PMI dikerahkan untuk membantu para korban.

“Sejak hari pertama bencana, kita diminta bergerak cepat dan terkoordinasi. Posko ini menjadi pusat kendali agar pertolongan bisa tepat sasaran dan tidak terlambat,” ujar Prof Bahdin yang juga menjabat Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut.

Dalam upaya tersebut, PMI sudah mengerahkan dua unit mobil tangki air bersih, armada ambulans, serta 10 personel yang bertugas di lapangan untuk mendirikan posko layanan di Tapteng dan Sibolga. Koordinator Lapangan, Ade Yudiansyah SH MH, menyampaikan bahwa dukungan juga datang dari PMI pusat, federasi, serta berbagai lembaga kemanusiaan sehingga kebutuhan mendesak di lapangan bisa dipenuhi lebih cepat.

Sesuai mandatnya, Posko TDB PMI melayani berbagai kebutuhan darurat, mulai dari distribusi logistik, pemeriksaan kesehatan, penyaluran air bersih, pencarian orang hilang, hingga sanitasi dan pembersihan lingkungan. Peran ini menjadi krusial mengingat kondisi pascabencana memerlukan intervensi cepat untuk mencegah risiko lanjutan, terutama terhadap kesehatan warga.

Sekretaris PMI Sumut, Drs Edi Siswanto MSi, mengajak perusahaan, organisasi, maupun masyarakat umum untuk bersama-sama membantu korban bencana melalui posko PMI. Ia menegaskan bahwa PMI siap menyalurkan bantuan dalam jumlah berapa pun dan telah menyediakan fasilitas QRIS agar masyarakat lebih mudah menyalurkan donasi. “Kebaikan tidak pernah terlalu kecil. Apa pun bantuannya, akan sangat berarti bagi yang sedang kesulitan,” ujarnya.

Hingga saat ini, berbagai bantuan dari PMI telah disalurkan ke sejumlah daerah yang juga terdampak bencana, termasuk Deliserdang, Langkat, dan Medan. Prof Bahdin berharap masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut. Menurutnya, kesigapan warga dan koordinasi antarinstansi akan sangat menentukan efektivitas penanggulangan bencana.

Namun, ia tidak menampik masih adanya sejumlah kendala di lapangan. Beberapa wilayah dilaporkan masih terisolir akibat infrastruktur rusak, sehingga akses bantuan terhambat. Selain itu, kelangkaan BBM menjadi hambatan serius dalam mobilisasi tim dan logistik. “Kadang kita harus antre panjang, bahkan BBM tidak tersedia sama sekali. Ini tentu memperlambat proses penyaluran bantuan,” tuturnya.

Meski demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat PMI untuk terus bergerak. Prof Bahdin menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan koordinasi lintas lembaga sangat diperlukan agar distribusi bantuan ke depan bisa lebih cepat dan merata. “Dalam situasi bencana, yang paling dibutuhkan adalah kecepatan, solidaritas, dan kebersamaan. Kita ingin menunjukkan bahwa Sumatera Utara tidak pernah sendirian ketika masyarakatnya tertimpa musibah,” katanya.

Melalui semangat kemanusiaan ini, PMI Sumut mengajak seluruh masyarakat membuka hati untuk berbagi, karena setiap bantuan adalah energi harapan bagi mereka yang tengah berjuang bangkit. Dengan kolaborasi semua pihak, Sumut diyakini mampu melewati masa-masa sulit dan pulih bersama.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi