Ketua Umum MAPEL Indonesia Dr.(c) M. Yusuf Hanafi Sinaga, M.Sos. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Video viral seorang ibu menumpahkan kemarahannya kepada Tim Basarnas yang enggan membantu warga yang sedang sekarat, untuk segera dibawa ke rumah sakit dalam kondisi banjir, menuai kritikan dari Ketua Umum Yayasan Masyarakat Peduli Lingkungan Indonesia (MAPEL) Dr.(c) M. Yusuf Hanafi Sinaga, M.Sos.
“Sebagai bagian dari masyarakat sipil yang peduli, Kami menuntut klarifikasi resmi dan transparan dari pihak Basarnas. Tentu masyarakat perlu tahu, apakah tim di lapangan yang mengabaikan permintaan warga tersebut sedang menghadapi hambatan teknis logistik atau adakah kelalaian dalam menjalankan SOP penyelamatan. Jika perahu sudah tersedia namun kenapa tidak dimanfaatkan untuk evakuasi korban yang terjebak?. Ini adalah indikasi bahwa ada masalah serius dalam pengambilan keputusan di lapangan yang harus dipertanggungjawabkan," tegas Ketua Umum Yayasan Masyarakat Peduli Lingkungan Indonesia (MAPEL Indonesia) Dr.(c) M. Yusuf Hanafi Sinaga, M.Sos melalui video yang dikirim via whatsapp, Minggu (30/11/2025).
Menurut Hanafi yang juga dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Medan itu, tugas Basarnas atas SAR adalah tugas mulia. Dan, masyarakat sangat bergantung pada profesionalisme mereka. Oleh karena itu, beredarnya video yang menunjukan potensi kelambanan atau tidakjelasan prosedur di tengah situasi darurat tersebut wajib disikapi dengan serius.
Oleh karena itu, lanjut Hanafi, Kami mendorong Basarnas melakukan evaluasi total terhadap sistem respons darurat mereka. "Selain itu Yayasan MAPEL Indonesia siap berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Khususnya dalam aspek pengambilan keputusan teknis di bawah tekanan," katanya menawarkan kerjasama demi kemaslahatan banyak orang yang terdampak bencana.
Menurutnya, kejadian seorang ibu dalam video yang bersitegang dengan tim Basarnas yang terjadi di Hinai, Langkat tersebut, harus menjadi momentum perbaikan. Bukan hanya untuk Basarnas, namun untuk seluruh sistem mitigasi dan respons bencana di Indonesia.
"Nyawa masyarakat adalah tolok ukur utama keberhasilan operasi SAR. Kami berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Mari kita pastikan bahwa setiap sumber daya, setiap detik, dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelamatkan korban yang membutuhkan," pungkasnya.
Dalam video yang sudah masif beredar di media sosial tersebut, terdengar suara seorang ibu memarahi petugas Basarnas yang membawa perahu di mobil pick up berplat merah di tengah banjir sebetis orang dewasa.
Mereka sudah minta tolong kepada petugas agar membawa warga yang sedang sakit keras. Namun petugas tidak mengindahkan seruan warga. Padahal, petugas Basarnas tersebut sudah bolak balik di lokasi itu. "Tim Basarnas ada orang sakit tapi tidak mau bantu," kata ibu tersebut sambil memvideokan.
Lalu, lanjutnya, Apa fungsi kalian bolak balik di sini. "Dari tadi aku tanya kalian mau kemana," teriaknya lagi ke arah petugas yang mengendarai pick up tanpa ada respons.
(MC/RZD)