Lempabudti YIHLP dan Fa Hua Exhabition Akan Gelar Imlek Fair 2026 Sumut

Lempabudti YIHLP dan Fa Hua Exhabition Akan Gelar Imlek Fair 2026 Sumut
Lempabudti YIHLP dan Fa Hua Exhabition Akan Gelar Imlek Fair 2026 Sumut (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Lembaga Pelestarian Budaya Tionghoa Yayasan Istana Harta Lima Penjuru (Lempabudti YIHLP) bekerjasama dengan Fa Hua Exhabition akan merayakan festival budaya Imlek di Mal Center Point, Jalan Jawa, Medan.

Perayaan Imlek tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap musibah banjir yang baru-baru ini menerpa saudara-saudara di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh. Namun tidak akan menghilangkan maknanya.

"Kegiatan Imlek Fair Sumut 2026 ini digelar 45 hari, tepatnya 17 Januari sampai 4 Maret 2026 dan kami berkolaborasi dengan Lempabudti YIHLP fiyakini sebagai langkah yang sangat tepat. Event ini merupakan kegiatan tahunan, dan tahun ini merupakan yang ke-9 kali di Kota Medan setelah sebelumnya digelar di PIK Jakarta sebelum pandemi Covid-19," jelasnya tegas Ven.Virya Dharma Mahastravira, Jumat (2/1).

Imlek Fair Sumut 2026 juga akan diisi berbagai kegiatan yaitu expo, edukasi, stand usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hiburan dengan menampilkan penampilan tradisi Tionghoa, tarian multi etnis serta penampilan/pajangan Tarian Liong/Naga terpanjang yang meraih rekor MURI pada 2023 lalu.

Terpisah, Ketua Pembina Lempabudti YIHLP, Ade Chandra SH, MM didamping Ketua Dewan Kehormatan Tetap, Kwik Sam Ho dan Ketua Umum Edy Candra SH menyambut baik kerja sama ini.

"Kami juga meminta pendampingan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI yang merupakan mitra kerja setiap kegiatan yang telah kami laksanakan," terangnya.

Selain itu, sambung Ade Chandra, kami berharap dukungan dan perhatian serius terkhusus Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintahan Kota Medan serta instansi terkait lainnya, untuk bersama-sama menyukseskan Imlek Fair Sumut 2026.

"Sebab, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata sebagai ruang ekspresi kebudayaan yang dilakukan panitia dan tokoh pemerhati kebudayaan," pungkas Ade Chandra.

(HEN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi