Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Havaz, bersama Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, dan Wamendagri Bima Arya Sugiarto, diabadikan dalam momen bersama dengan warga terdampak banjir yang menjadi penghuni Rumah Hunian Danantara (Huntar (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Aceh Tamiang - Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Danantara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari dukungan percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak, Kamis (8/1/2026).
dukungan listrik dan layanan kesehatan. Pembangunan juga memperhatikan kebutuhan
sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi dengan fasilitas
pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya. Penyerahan 600 unit Huntara ini dilakukan Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Havaz, kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Rohan Havaz, mengatakan saat ini sekitar 200 lebih unit Huntara telah selesai dibangun. Dalam 15 hari ke depan 600 unit seluruh hunian akan selesai.
"Masing-masing hunian berukuran 20 meter persegi dengan spesifikasi ada dua set tempat tidur dan satu lemari baju," kata Rohan.
Warga hunian nantinya juga mendapatkan fasilitas lain seperti dapur umum yakni satu kompor untuk lima keluarga, kamar mandi, mushalla, wifi gratis, mainan anak-anak dan taman serta gratis pembayaran tarif listrik selama enam bulan.
"Bisa kita bilang ini adalah kawasan pemekaran baru. Untuk batas waktu tinggal tergantung kepala daerah, karena Danantara tinggal membangun saja," ujarnya.
Pembangunan Huntara ini, lanjut Rohan, juga dibangun hunian di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Aceh Utara dan Aceh Timur dengan total keseluruhan sebanyak 15.000 unit hunian.
"Jadi di Aceh Tamiang ini adalah pembangunan tahap pertama, dalam minggu depan kita akan bangun di 3 Provinsi di Sumatera yang terdampak banjir. Berapa nantinya dibangun di masing-masing di daerah tergantung Pemerintah Daerah setempat berapa kebutuhannya," ungkap Rohan. Bergerak Cepat dan bersama
Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri,
Bima Arya Sugiarto, mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo agar bergerak cepat dan bergerak semua untuk membantu korban bencana banjir bandang di Sumatra dan Aceh.
Penyerahan unit ke Pemkab Aceh Tamiang
Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh BUMN yang tergabung di bawah naungan Danantara Indonesia membantu korban bencana banjir di Sumatera dan Aceh.
"Kami titip ke Bupati Aceh Tamiang untuk memastikan fasilitas di Huntara ini lengkap dari air, listrik dan transportasi. Pemerintah daerah harus memastikan semua terlayani dengan baik, kepala desa memonitor agar semua berjalan dengan tujuan yang diinginkan," ucapnya.
Bima menambahkan ada 1138 Praja/ASN yang siap mendampingi Pemerintah daerah untuk mengafiliasi dan memgawasi apa saja yang dibutuhkan guna membantu masyarakat korban bencana banjir. Perioritas penghuni
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs.Armia Pahmi, MH, menyatakan, Huntara tersebut diutamakan untuk masyarakat yang rumahnya hilang dan rusak berat akibat bencana banjir pada 27 November 2025 lalu.
"Adapun kriteria penghuni diprioritaskan bagi masyarakat yang rumahnya hilang akibat bencana, bukan sekadar rusak berat. Data penerima sudah tersedia, seperti dari Desa Suka Jadi, Kota Lintang, Karang Baru," ujarnya.
“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terima kasih kepada Danantara dan seluruh BUMN. Masyarakat sudah lama menanyakan hunian yang layak. Kami akan distribusikan bertahap, dimulai 100 unit, agar proses adaptasi berjalan baik,” ujarnya.
Ia juga berharap bahwa Huntara ini bukan hanya menjadi hunian sementara, namun sebagai hunian tetap (Huntap) sehingga masyarakat tidak harus berpindah-pindah lagi.
"Tinggal pemerintah daerah akan menyiapkan akses yang dibutuhkan. Kalau nanti masyarakat ingin pindah silahkan saja, tapi kita berharap ini tidak jadi hunian sementara," tuturnya. Selama menempati Huntara, warga juga akan mendapatkan bantuan kebutuhan dasar seperti bantuan sembako. "Distribusi bantuan akan lebih mudah dilakukan dibandingkan pengungsian tenda. Harapannya, masyarakat dapat tinggal dengan lebih layak, aman, dan manusiawi selama masa pemulihan pascabencana," pungkasnya. Bambang Eriyetno, warga Desa Suka Jadi yang mendapatkan hunian di Huntara mengatakan bersyukur terdaftar menjadi penghuni di Huntara dan bisa menempati bersama istri dan anak.
"Alhamdulillah hari kami sudah mulai tempati. Kami dapat tinggal di Huntara dengan fasilitas yang sangat layak," ungkapnya.(WITA)











