Dari Rakerda ke Konsensus: MKGR Sumut Menyatukan Sikap di Balik Dukungan Hendriyanto Sitorus (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Hujan menyelimuti Kota Medan ketika kader-kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumatera Utara berkumpul di Hotel Grand Mercure.
Di ruang pertemuan itu, Rabu-Kamis, (7-8/1) sebuah keputusan organisasi lahir bukan dengan suara gaduh, melainkan lewat musyawarah yang rapi dan tenang.
Di sanalah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR Sumut menggelar rapat kerja daerah (rakerda) sekaligus konsolidasi organisasi tahun 2026. Agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang menimbang arah, menakar kekuatan, dan menyatukan sikap menghadapi dinamika politik ke depan.
Sebanyak 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MKGR Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, ditambah satu suara dari DPD provinsi, hadir dan menyatakan sikap. Dengan total 23 suara, forum dinyatakan sah dan memiliki legitimasi organisasi yang kuat.
Dari forum itulah, MKGR Sumut secara resmi memutuskan memberikan dukungan penuh kepada Dr. Hendriyanto Sitorus untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025-2030, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut yang akan datang.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD MKGR Sumut, Darma Putra Rangkuti, yang sejak awal memimpin jalannya forum dengan tenang dan tertib.
“Berdasarkan hasil Rakerda, MKGR Sumatera Utara beserta seluruh DPC se-Sumatera Utara memutuskan, menetapkan, dan siap memenangkan Saudara Dr. Hendriyanto Sitorus untuk maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara,” ujar Darma Putra Rangkuti.
MKGR Menetapkan Sikap
Menurut Darma, terdapat tiga poin krusial yang menjadi dasar keputusan rakerda kali ini.
Pertama, keabsahan forum. Kehadiran hampir seluruh struktur DPC memastikan bahwa keputusan yang diambil bukan keputusan sepihak, melainkan hasil konsensus kolektif.
Kedua, Rakerda ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi MKGR ke-66, sebuah usia yang oleh Darma dimaknai sebagai momentum refleksi. MKGR, kata dia, harus tetap setia pada jati dirinya, organisasi kekaryaan yang berakar pada nilai gotong royong dan pengabdian sosial.
Ketiga, dukungan kepada Hendriyanto Sitorus dipandang sebagai bagian dari ikhtiar MKGR untuk ikut menjaga kesinambungan dan penguatan Partai Golkar di Sumatera Utara, melalui kepemimpinan yang dinilai mampu merangkul dan menyatukan.
“Semoga apa yang kami putuskan ini menjadi keberkahan, bukan hanya untuk Partai Golkar, tetapi juga bagi masyarakat Sumatera Utara secara umum,” tutur Darma menutup pernyataannya.
Acara Rakerda berlangsung dalam suasana khidmat dan tertib, jauh dari hiruk-pikuk politik praktis. Diskusi berlangsung tertutup namun cair, dengan laporan organisasi, konsolidasi internal, dan penajaman sikap strategis sebagai agenda utama.
Sejumlah tokoh Partai Golkar Sumatera Utara turut hadir menyaksikan proses tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti, SH, MKn, serta anggota DPRD Sumut H. Palacheta Subies Subianto, BA, MSc, H. Dhody Thahir, SE, dan Irham Buana Nasution, SH, MHum.
Tampak pula Plt. Sekretaris Golkar Sumut Rolel Harahap, mantan Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus, serta sejumlah fungsionaris Golkar lainnya.
Makna di Balik Keputusan
Bagi MKGR, keputusan ini bukan sekadar soal dukung-mendukung. Ia adalah cermin cara organisasi bekerja, musyawarah, konsensus, dan ketertiban struktural. Dalam tradisi MKGR, keputusan besar tidak lahir dari sorak-sorai, melainkan dari kesepakatan yang dibangun perlahan.
Di tengah politik, Rakerda MKGR Sumut memperlihatkan wajah lain dari politik, sunyi, terukur, dan penuh kehati-hatian. Sebuah ikhtiar menjaga organisasi tetap utuh, sekaligus memberi arah bagi masa depan.
Gotong royong, pada akhirnya, tidak selalu hadir dalam bentuk kerja fisik. Kadang, ia menjelma menjadi kesediaan duduk bersama, mendengar, dan menyepakati jalan yang dianggap paling baik untuk banyak orang.
(RRS/RZD)