Kedai Kopi Tersembunyi di Tengah Kota Medan Bertahan di Tengah Persaingan

Kedai Kopi Tersembunyi di Tengah Kota Medan Bertahan di Tengah Persaingan
Kedai Kopi Tersembunyi di Tengah Kota Medan. (Analisadaily/Magang/Dimas Arif Fadillah)

Analisadaily.com, Medan - Terletak di tempat yang tak strategis, sebuah warung kopi nyatanya mampu bertahan di tengah persaingan usaha kopi di Medan.

Muhammad Riski Lubis, atau sering dipanggil dengan Bang Riski punya strategi khusus dalam menjalankan usaha kopinya yang tak biasa itu.

Berjualan dalam gang sempit yang tak banyak dilalui warga di sebuah Jalan Air Bersih, Kota Medan, ia banyak menyajikan menu racikan kopi dan non-kopi.

"Saya menjual americano, latte, ataupun non-kopi seperti minuman coklat atau teh, serta bang riski juga menyediakan beberapa camilan untuk teman nongkrong yang

bisa dipesan," ujar Bang Riski saat diwawancarai awak magang Analisadaily, belum lama ini.

Terkait ramainya persaingan usaha kopi, Bang Riski justru menjawab santai dan menjadikannya motivasi.


"Kuncinya adalah inovasi, persaingan bukan malah jadi penghambat untuk terus maju," katanya.

Ia sendiri memulai usaha kopi dengan menyewa halaman rumah saudaranya untuk ia jadikan kedai kopi, walaupun letaknya

di dalam gang dan cenderung sepi, bang Riski yakin bahwa kopi buatannya mampu menarik pelanggan dan akan datang lagi.

Bang Riski bercerita, alasannya membuka kedai kopi karena kebingungannya mencari sumber penghasilan. Terinsipirasi dari beberapa konten di sosial media akhirnya ia membuat

usaha pertamanya itu dengan bermodalkan tutorial di youtube.

Kini usaha kopinya berjalan lancar, waktu paling ramai orang datang mulai jam 8 ke atas.

Pelanggannya pun bervariasi, mulai dari para mahasiswa UISU atau para pekerja seperti teman-teman ojek online yang sering singgah untuk beristirahat.

Rahasia agar pelanggannya datang kembali, ia selalu berusaha menyajikan rasa yang konsisten dengan selalu melakukan kalibrasi pada mesin kopinya sesaat sebelum membuka kedainya.

"Strategi itu cukup efektif untuk menjaga rasa agar tetap konsisten dan membuat pelanggan tertarik untuk kembali lagi," tutupnya.

Berita kiriman dari: Dimas Arif Fadillah

Baca Juga

Rekomendasi