Konjen Tiongkok di Medan saat memberikan keterangan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He menilai perang tarif yang diprakarsai Amerika Serikat telah melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan berdampak luas terhadap perekonomian global.
Penilaian tersebut disampaikan Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He, dalam diskusi bersama perwakilan media di wilayah kerja konsuler, Senin (19/1/2026).
Huang He menyatakan bahwa kebijakan tarif sepihak Amerika Serikat tidak hanya menyebabkan kenaikan harga berbagai komoditas internasional, tetapi juga menambah beban ekonomi bagi rakyat Amerika sendiri. Menurutnya, perang tarif tidak membawa keuntungan bagi pihak mana pun dan justru merusak tatanan perdagangan global yang adil dan terbuka.
Ia menegaskan bahwa rakyat Tiongkok dan rakyat Amerika Serikat sama-sama merupakan bangsa besar dan memiliki potensi kerja sama yang luas. Rakyat Tiongkok, kata dia, tetap memiliki rasa persahabatan terhadap rakyat Amerika. Sebagai dua negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok dan Amerika Serikat memikul tanggung jawab bersama dalam menjaga tatanan internasional pasca Perang Dunia II serta memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
“Saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, mencari titik temu dengan tetap menghargai perbedaan, serta membangun kerja sama yang saling menguntungkan merupakan pelajaran penting dari 80 tahun hubungan Tiongkok–Amerika Serikat, dan seharusnya menjadi arah ke depan kedua negara,” ujar Huang He.
Dalam kesempatan tersebut, Huang He juga membahas hubungan Tiongkok–Indonesia serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. Ia memperkenalkan hasil Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-20 Partai Komunis Tiongkok dan garis besar “Rencana Lima Tahun Kelima Belas” Tiongkok, yang dinilainya akan membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama bilateral, termasuk di bidang perdagangan dan investasi.
Huang He turut menjelaskan kebijakan pemberlakuan sistem kepabeanan tertutup di Pelabuhan Bebas Hainan. Ia mencontohkan perusahaan sarang burung walet asal Indonesia yang dapat mengekspor bahan mentah ke Hainan untuk diproses dan dikemas sebelum dipasarkan ke seluruh Tiongkok.
Ia berharap media di wilayah konsulat dapat meningkatkan peliputan terkait kebijakan tersebut agar pelaku usaha Indonesia dapat menangkap peluang kerja sama secara lebih optimal. Huang He menegaskan bahwa Pemerintah Tiongkok dan perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak menetapkan prasyarat apa pun dalam kerja sama dengan Indonesia, serta secara konsisten mendukung pembangunan dan pengembangan Indonesia.
(NS/BR)