Analisadaily.com, Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Benih Induk Hortikultura (BIH) Gedung Johor, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2026 melonjak hampir 200 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, realisasi PAD tercatat sebesar Rp54.625.000. Sementara itu, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp150 juta.
Pelaksana Harian (Plh) UPTD BIH Gedung Johor, Lambok Turnip, melalui Kepala Seksi Produksi, Iovie R.P., mengatakan, untuk merealisasikan target tersebut pihaknya akan meningkatkan promosi serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
“Upaya yang dilakukan antara lain dengan memperluas promosi bibit unggul serta menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan daerah-daerah di Sumut,” ujar Iovie kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Untuk tahun 2026, UPTD BIH Gedung Johor menargetkan produksi bibit berkualitas, antara lain durian sebanyak 12.000 bibit, mangga 5.000 bibit, alpukat 3.000 bibit, pisang barangan 5.000 bibit, dan duku 1.000 bibit.
Sementara realisasi produksi bibit pada tahun 2025 meliputi pisang sebanyak 2.700 bibit, durian 3.875 bibit, duku 500 bibit, serta bawang merah 300 kg.
Iovie mengakui, tingkat keberhasilan produksi bibit tidak selalu mencapai 100 persen. Namun demikian, rata-rata tingkat keberhasilan mencapai 80 persen.
“Sekitar 80 persen produksi dapat menghasilkan PAD. Tidak semua berhasil sempurna karena dipengaruhi faktor iklim, cuaca, kegagalan sambung, serta perawatan,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai. Selain meningkatkan promosi, UPTD BIH Gedung Johor juga akan memperluas kerja sama pemasaran, terutama untuk mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bibit pisang dan berbagai bibit buah lainnya sangat dibutuhkan untuk mendukung program tersebut,” katanya.
Saat ini, pemasaran bibit produksi UPTD BIH Gedung Johor masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal Sumatera Utara, seperti Nias, Pematangsiantar, Dairi, Sosa (Padang Lawas), Karo, dan Langkat. Selain itu, bibit juga dipasarkan ke luar provinsi, antara lain ke Subulussalam (Aceh) dan Jambi.
Adapun harga jual bibit yang ditetapkan sesuai ketentuan PAD, yakni durian Rp5.500 per batang, duku Rp7.800 per batang, dan pisang Rp10.500 per batang dan mangga Rp7.500 per batang dan alpukat Rp Rp10.000 per batang.“Harga bibit kami sesuaikan dengan PAD dan umumnya lebih rendah dibandingkan harga pasar atau bibit yang dijual pihak swasta,” ungkap Iovie.
Sebelumnya diberitakan, pada tahun 2025 BIH Gedung Johor memproduksi bibit durian sebanyak 2.000 batang, duku 500 batang, dan bawang merah varietas Bima sebanyak 300 kilogram. Selain itu, bibit hasil kultur jaringan juga diproduksi, yakni pisang barangan 500 batang dan kentang sebanyak 1.000 planlet.
Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2024, jumlah produksi pada tahun 2025 mengalami penurunan. Pada tahun 2024, BIH Gedung Johor memproduksi durian sebanyak 6.000 batang, alpukat 1.000 batang, pisang barangan hasil kultur jaringan 10.000 batang, serta bawang merah 300 kilogram.
Penurunan produksi pada tahun 2025 disebabkan adanya penghematan anggaran hingga tiga kali. Kendati demikian, penghematan tersebut tidak berdampak pada kualitas bibit yang dihasilkan.
“Bibit yang diproduksi BIH Gedung Johor merupakan bibit berkualitas dan bersertifikat label biru, siap tanam dengan usia rata-rata enam bulan,” pungkasnya. (MUL)











