Antrean BBM Mengular, Isu Hoaks Jembatan Putus Picu Panic Buying (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan – Belum reda trauma masyarakat akibat krisis BBM pascabanjir bandang beberapa waktu lalu, Kota Padangsidimpuan kembali dikepung antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam empat hari terakhir.
• Harga Pengecer: Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter.
• Modus Lama: Warga melaporkan adanya kendaraan dengan tangki modifikasi serta pengisian berulang menggunakan jeriken yang luput dari pengawasan.
Lila Siregar (46), salah seorang warga, mengecam keras praktik "pemain" BBM yang masih bebas berkeliaran. Ia meminta aparat kepolisian segera turun tangan mengawasi SPBU secara ketat. "Ini permainan lama yang terus dibiarkan. Ada yang isi motor, bawa jeriken, lalu dimuntahkan ke botol dan antre lagi. Ini tidak bermoral! Polisi harus menindak tegas para spekulan ini," tegas Lila. Masyarakat kini berharap pemerintah dan pihak berwajib tidak sekadar memantau, tetapi melakukan langkah nyata untuk menormalkan distribusi dan memberantas mafia BBM eceran yang mencekik kantong rakyat.(HIH/RZD)











