Duka di Desa Penampen: Rumah Dai Baitul Makmur Ludes Terbakar, Hanya Baju di Badan yang Tersisa (Analisadaily/Didik Sastra)
Analisadaily.com, Karo - Kesedihan mendalam menyelimuti Ustaz Rudin Barus, seorang Dai Baitul Makmur di Desa Penampen, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo.
Rumah tinggalnya ludes dilalap si jago merah pada Minggu malam (1/2) sekitar pukul 21.18 WIB, menyisakan puing dan duka mendalam bagi sang pendakwah.
Saat ditemui di lokasi kejadian pada Senin (2/2), Ustaz Rudin tak kuasa menahan air mata menceritakan musibah yang menimpanya. Segala harta benda hasil keringatnya sebagai petani dan pendakwah kini rata dengan tanah.
“Tidak ada yang tersisa, hanya baju yang melekat di badan harta satu-satunya yang dimiliki. Buku-buku panduan mengajar ngaji dan kendaraan roda dua yang setia mengantar saya berdakwah ke desa-desa, semuanya hangus,” tutur Ustaz Rudin lirih.
Kapolsek Barusjahe, AKP Budi Edwin M. Naibaho, menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menghadiri kegiatan pesta di jambur desa. Api pertama kali terlihat oleh warga yang langsung berteriak meminta tolong.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Bersama personel TNI-Polri dan warga setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan olah TKP awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Musibah ini menarik perhatian besar dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karo. Kakankemenag Karo, Safaruddin, hadir langsung meninjau lokasi untuk memberikan penghiburan serta tali asih kepada keluarga korban.
Safaruddin menyebut Ustaz Rudin bukan sekadar warga biasa, melainkan sosok penyambung lidah program Kemenag di garda terdepan.
"Kedatangan kami adalah bentuk kepedulian bahwa Kemenag Karo selalu dekat dengan tokoh agama dan masyarakat," ujarnya.
Kini, Ustaz Rudin terpaksa menumpang di rumah kerabatnya. Di tengah cobaan berat ini, ia hanya berharap diberikan kesabaran dan mengetuk hati para dermawan untuk membantu membangun kembali tempat berteduh agar ia bisa segera kembali mengajar ngaji bagi anak-anak dan majelis taklim di Barusjahe.
(DIK/RZD)