BPBD Samosir Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga Awal Juni

BPBD Samosir Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga Awal Juni
Imbauan BPBD Samosir terkait cuaca ekstrem. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Samosir - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir menghimbau kewaspadaan kepada masyarakat menyusul adanya prakiraan cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, untuk periode 25 Mei hingga 1 Juni 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, Rabu (27/5/2026) menyebut informasi tersebut menindaklanjuti rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan terkait prospek cuaca mingguan di Sumatera Utara.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di Sumatera Utara masih dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer yang meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera membentuk daerah konvergensi dan konfluensi angin dari wilayah pegunungan hingga pantai barat Sumatera Utara.

“Kondisi labilitas atmosfer yang cukup kuat mendukung terbentuknya awan hujan pada sore hingga malam hari,” demikian isi keterangan BPBD mengutip BMKG.

Memasuki pertengahan tahun, Kabupaten Samosir juga mulai dipengaruhi angin baratan yang cenderung kering dan kencang. Kondisi ini menyebabkan suhu udara siang hari terasa lebih panas dan cuaca dapat berubah secara cepat.

BPBD memperkirakan wilayah Kabupaten Samosir berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat terutama pada sore hingga malam hari yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Selain itu, cuaca dinamis tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Beberapa potensi dampak yang diantisipasi antara lain: hujan lebat disertai petir dan angin kencang;
pohon tumbang dan gangguan jaringan listrik;
longsor di daerah perbukitan dan tebing jalan;
genangan pada titik rawan drainase; gangguan transportasi darat dan penyeberangan danau akibat cuaca ekstrem; peningkatan suhu udara pada siang hari.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Samosir meningkatkan kesiapsiagaan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC), melakukan pemantauan cuaca dan wilayah rawan bencana secara berkala, serta menyiagakan peralatan dan logistik kebencanaan.

BPBD juga mengintensifkan koordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, aparat kecamatan, pemerintah desa hingga relawan kebencanaan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan lebat, menghindari berteduh di bawah pohon dan baliho, serta menggunakan pelindung diri seperti topi atau tabir surya saat cuaca panas.

Warga juga diminta memangkas ranting pohon yang rawan tumbang, membersihkan saluran drainase, serta terus memantau informasi resmi BMKG dan BPBD terkait perkembangan cuaca.

“Segera melaporkan kejadian bencana atau kondisi darurat kepada Pemerintah Desa/Kecamatan atau BPBD Kabupaten Samosir,” ujar Sarimpol.

Sementara itu, BMKG Wilayah I Medan mencatat dalam sepekan terakhir sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Samosir.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG maupun aplikasi InfoBMKG. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi