BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Samosir, BPBD Imbau Waspada Angin Kencang dan Karhutla

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Samosir, BPBD Imbau Waspada Angin Kencang dan Karhutla
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Samosir. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Samosir - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I memprediksi Kabupaten Samosir masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 8–15 Juni 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Dalam Prospek Cuaca Mingguan Sumatera Utara yang dirilis BMKG, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera, serta belokan angin yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi.

Kondisi ini meningkatkan suplai uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir.

BMKG juga mencatat curah hujan tinggi di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Samosir, Pos Hujan Onan Runggu mencatat curah hujan mencapai 148 milimeter pada 6 Juni 2026.

Selain itu, cuaca ekstrem yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, ST, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, kawasan perbukitan, maupun di sekitar pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang saat terjadi hujan deras dan angin kencang," ujar Sarimpol kepada Analisadaily.com, Selasa (9/6/2026)

Menurutnya, angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan atap rumah, gangguan jaringan listrik, hingga menghambat aktivitas transportasi masyarakat.

"Masyarakat diharapkan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan, memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan baik, serta berhati-hati saat berkendara terutama di jalur yang rawan pohon tumbang dan longsor. Jika cuaca memburuk, sebaiknya aktivitas luar ruangan ditunda demi keselamatan," tambahnya.

Selain mewaspadai bencana hidrometeorologi, Sarimpol juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski saat ini masih terjadi hujan di sejumlah wilayah, suhu udara yang cukup panas pada siang hari dapat meningkatkan risiko kebakaran pada area yang kering.

"Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan tidak meninggalkan api unggun tanpa pengawasan. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan," tegas Sarimpol.

BPBD Kabupaten Samosir saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kejadian pohon tumbang, longsor, banjir, maupun titik api agar dapat ditangani dengan cepat.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diharapkan tetap waspada, tidak panik, serta selalu mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG maupun pemerintah daerah demi meminimalkan risiko dan dampak bencana. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi