Unit Sludge Hardcore Kota Medan, Gergaji Beton dibangkitkan kembali lewat singel "Banjir Anjir". (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Frustasi dengan banjir yang terus terjadi akibat kelalaian sistem dan penderitaan rakyat kecil yang selalu menjadi korban, menginspirasi unit sludge-hardcore Kota Medan, Gergaji Beton melepas karya pembuka bertitel "Banjir Anjir". Single ini menegaskan identitas Gergaji Beton sebagai band yang tidak hanya bermain keras, tetapi juga bersuara lantang terhadap realita sosial.
Gergaji Beton yang berformasikan Emil Salim Djin (vokal), Deffinferno "Muntah Kawat" (gitar), Valdys "Integral" (bass) dan Chokay "Integral" (drum) akhirnya meresmikan langkah pertama mereka di kancah musik ekstrem dengan merilis single perdana berjudul “Banjir Anjir”.
Lagu ini menjadi pembuka dari perjalanan Gergaji Beton yang lahir dari keresahan, kemarahan, dan realita pahit yang terus berulang di sekitar kita. “Banjir Anjir” bukan sekadar judul provokatif.
Lagu ini adalah teriakan frustrasi atas bencana banjir yang terus terjadi, kelalaian sistem, dan penderitaan rakyat kecil yang selalu menjadi korban. Dengan pendekatan musik yang kasar, mentah, dan tanpa kompromi, Gergaji Beton menuangkan amarah mereka dalam riff-riff menghantam, vokalbrutal, dan atmosfer gelap.
Single ini menegaskan identitas Gergaji Beton sebagai band yang tidak hanya bermain keras, tetapi juga bersuara lantang terhadap realita sosial. Tidak ada romantisasi, tidak ada basa-basi—hanya kenyataan yang disampaikan apa adanya.
Dalam pesan siaran persnya dijelaskan, Gergaji Beton adalah unit musik ekstrem yang berasal dari Medan yang lahir dari kemarahan, keresahan sosial, dan realita pahit yang terus berulang. Terbentuk di tahun 1998 dan kini dibangkitkan lagi di awal tahun 2026.
Dengan pendekatan musik yang keras, mentah, dan tanpa kompromi, Gergaji Beton menjadikan riff agresif, noise, dan vokal brutal sebagai medium perlawanan. Lirik-lirik mereka berbicara tentang bencana, kelalaian sistem, dan penderitaan rakyat kecil—disampaikan secara lugas tanpa romantisasi.
Berakar pada etos DIY dan semangat underground Gergaji Beton berdiri sebagai suara keras dari bawah.
“Banjir Anjir” menjadi langkah awal Gergaji Beton untuk masuk ke ranah underground dengan sikap DIY dan semangat perlawanan.
(YY)